Sentuhan Budaya Lokal 5 Merek Indonesia di Pameran Streetwear

Dita Sri Lestari (Monstore) di Press Conference Agenda Show di Hard Rock Cafe, Pacific Place, Jakarta Selatan, Jumat 22 Juni 2018 (Tempo/Astari P Sarosa)

ragam

Sentuhan Budaya Lokal 5 Merek Indonesia di Pameran Streetwear

Sabtu, 23 Juni 2018 17:27 WIB
Reporter : Astari Pinasthika Sarosa Editor : Yayuk Widiyarti

CANTIKA.COM, Jakarta - Tren streetwear dimulai dari sekitar 1990-an, dan terinspirasi dari gaya hidup hip hop dan skate. Gaya streetwear banyak digunakan oleh anak muda untuk menunjukkan identitas diri dan cara ekspresi diri melalui pakaian.

Di Indonesia, tren ini mulai terlihat saat era Distro berjaya dalam bentuk kaus, jaket, hoodies, sekarang streetwear banyak digunakan oleh generasi Z, kelahiran 1995 sampai 2014. Karena itu, merek streetwear lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk ke pasar global.

Artikel lain: Aneka Kostum Superhero Marvel Buatan Murid Esmod JakartaJaket Melania Trump Picu Kontroversi, Kepedulian Palsu?6 Momen Fashion Meghan Markle yang Mirip dengan Putri DianaSelena Gomez Pakai Gaun Merah, Desainer Kondang Bilang Jelek

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendukung lima merek lokal, yakni Elhaus, Paradise Youth Club, OldblueCo, Monstore, dan Pot Meets Pop, di Agenda Show 2018. Pameran streetwear terbesar di dunia ini akan diadakan di Long Beach, California, Amerika Serikat, 28-30 Juni 2018, menampilkan pameran mode khusus kategori streetwear, action sport, denim, footwear, surf, dan skate, sudah digelar sejak 2003 dan pengunjung yang hadir datang dari berbagai negara.

"Kami melihat bahwa potensi dari lima merek ini sangat bisa berkompetisi di pasar luar," ujar Joshua Puji Mulia Simandjuntak, Deputi Pemasaran Bekraf, di Hard Rock Cafe, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Juni 2018. Masing-masing merek memiliki keunikan yang berbeda dan walaupun mengikuti gaya streetwear Amerika, beberapa merek tetap memiliki unsur Indonesia.

Bekraf Mendukung 5 Merek Lokal untuk Agenda Show di Hard Rock Cafe, Pacific Place, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Juni 2018 (Tempo/Astari P Sarosa)

Elhaus berkolaborasi dengan seorang seniman dari Yogyakarta menampilkan streetwear modern dan denim. Sedangkan Monstore membawa busana streetwear yang uniseks dengan gambar-gambar hasil karya pelukis ternama Indonesia, Raden Saleh.

Paradise Youth Club juga membawa kreasi streetwear yang terinspirasi dari gaya hidup pemain skate tahun 1990-an. OldblueCo dan Pot Meets Pop juga membawa kreasi masing-masing dengan menampilkan aneka denim modern. Semua adalah karya hasil anak bangsa dan memiliki cerita masing-masing yang siap untuk dibawa ke pasar global

"Bagaimana kita menampilkan Indonesia di dalam karya kita bisa berbagai cara. Satu berkolaborasi dengan seniman dari Yogya, satu mengangkat sejarah dari tokoh Indonesia. Kita akan menampilkan Indonesia, kekayaan kita dari keberagaman kita," lanjut Joshua Simandjuntak.