3 Fakta tentang Gangguan Psikologis setelah Keguguran

Kalina Oktarani. instagram.com

kesehatan

3 Fakta tentang Gangguan Psikologis setelah Keguguran

Sabtu, 17 Maret 2018 12:44 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Rita Nariswari

CANTIKA.COM, Jakarta - Kalina Oktarani menyebarkan kabar duka minggu ini di akun instagramnya. Ia menggambarkan dengan untaian kata-kata tentang keguguran yang dialaminya. Usia janin 2 bulan, dan suaminya Muhammad Hendrayan pun tak ada di sisinya. Hanya anak dengan pernikahannya dengan Deddy Corbuzier yang menemaninya. 

Terlepas dari Kalina yang tengah bermasalah dengan suaminya. Tapi sebagai perempuan yang usai menerima musibah keguguran, biasanya ada sejumlah masalah kejiwaan yang menghadang.

Baca: Ashanty Keguguran, Bahaya Bila Rahimnya Belum Bersih

Apalagi meski di tengah keterbukaan, dukungan bagi perempuan yang keguguran pun masih rendah. Padahal seringkali mereka mengalami rasa kehilangan, kecemasan hingga depresi.

National Health Service Inggris menyatakan bahwa gangguan tersebut bisa berpengaruh pada hubungannya dengan pasangan, keluarga dan teman.

Baca: 7 Tanda Ibu Hamil Mengalami Keguguran

Ilustrasi keguguran. shutterstock.com

Dan efeknya terlihat jelas dari studi yang dilakukan Imperial College London. Ada 3 bukti ada masalah serius pasca keguguran.

1. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) diderita  4 dari 10 perempuan yang  mengalami keguguran. Umumnya yang kerap terjadi berupa serangan kecemasan dan depresi.

2. Sebanyak 40 persen dari perempuan yang mengalami  keguguran, terganggu hubungannya dengan keluarga dan teman.

3. Sebanyak sepertiga dari responden juga mengalami problem  di dunia kerjanya setelah musibah keguguran tersebut.

Karena itu, para peneliti menyarankan untuk adanya penanganan lebih serius pasca kasus keguguran. Agar pemulihannya cepat dan tidak menjadi gangguan mental yang berlarut-larut.

figo | psychologytoday