Kain Tenun Endek, Si Cantik dari Bali

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rita Nariswari

google-image
Model memperagakan koleksi terbaru Deden Siswanto dalam Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2014 di Harris Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, (22/5) malam. Dengan tema Culturecstatic, Deden mempertunjukkan 35 outfit busana semi formal berbahan dasar kain Endek khas Bali. TEMPO/Nurdiansah

Model memperagakan koleksi terbaru Deden Siswanto dalam Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2014 di Harris Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, (22/5) malam. Dengan tema Culturecstatic, Deden mempertunjukkan 35 outfit busana semi formal berbahan dasar kain Endek khas Bali. TEMPO/Nurdiansah

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Klungkung, Bali, terkenal dengan keberadaan Kerajaan Gelgel, yang hingga kini  masih menunjukkan jejak berupa kompleks istananya. Selain itu, kabupaten ini juga dikenal dengan kerajinan tenun endek. 

Tenun mulai dikenal pada abad ke-18. Semula kain tenun hanya dikenakan kaum bangsawan atau untuk upacara di pura. Kini kain dikenakan sehari-hari, bahkan seragam berbagai instansi.

Sejumah desa di Klungkung dikenal menjadi pusat tenun. Salah satunya, Desa Gelgel. Di Gelgel, tempat tenun endek dan songket pun mudah ditemui. Di Jalan Raya Gelgel saja, saya menemukan Dian’s Rumah Songket dan Endek, selain Pertenunan Astiti.

Para penenun umumnya berusia 30-40 tahun. Mereka  memulai kerja dengan memintal benang atau ngulak sesuai dengan corak yang telah disiapkan.

Nyoman Sudira, pemilik Pertenunan Astiti mengungkapkan tenun endek punya motif asli. Di antaranya wajik atau ceplok. Namun, secara umum, corak endek meniru pola songket yang umumnya banyak meniru bentuk alam, termasuk flora atau patra.

Bagi umat Hindu, kembang melambangkan kesucian hati. Selain itu, fauna banyak melambangkan sifat dewa. Di samping itu, ada juga corak dari tokoh pewayangan.

Yang menjadi corak khas Gelgel adalah burung merak, bintang, bulan, digabung dengan motif kembang-kembang atau sulur alias tumbuhan menjalar. Soal warna, trennya berubah-ubah setiap tahun.

Kain tenun endek pun telah dipilih para perancang busana di negeri ini sebagai bahan kreasinya. Sehingga kain dari Bali ini telah hadir untuk mempercantik wanita Indonesia. 

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."