Jenis Latihan Laia Sanz Demi Motor Reli Dakar

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Laia Sanz yang merupakan satu dari 14 wanita yang tampil di Reli Dakar, tergabung dengan tim KTM, bersama Sam Sunderland, juara Reli Dakar 2017 kelas sepeda motor. AP Photo

Laia Sanz yang merupakan satu dari 14 wanita yang tampil di Reli Dakar, tergabung dengan tim KTM, bersama Sam Sunderland, juara Reli Dakar 2017 kelas sepeda motor. AP Photo

IKLAN

TEMPO.CO, Bolivia - Laia Sanz, pembalap motor reli dakar asal Spanyol, mengikuti reli dakar di Peru, Bolivia, dan Argentina. Reli dakar merupakan balapan tahunan yang dilakukan off-road. Medan yang dilalui meliputi bukit pasir, lumpur, rumput, dan bebatuan. Kompetisi yang berlangsung selama dua minggu ini dimulai pada 6 Januari 2018, dan setiap peserta harus mempersiapkan diri untuk segala cuaca.

Baca juga:
Mengenal Laia Sanz, Si Cantik yang Perkasa di Reli Dakar

Mempersiapkan fisik untuk mengikuti reli dakar tidak seperti olahraga pada umumnya. Lantaran medannya adalah alam, Laia Sanz memilih berlatih di alam terbuka, yakni di Gunung Pyrenees yang terletak di pinggir Kota Bacelona. Di gunung, perempuan 32 tahun ini fokus melatih navigasi dan menyatukan diri dengan alam. "Ketika tubuh terasa segar, maka pikiran pun akan baik," kata Laia Sanz seperti dikutip dari Enduro21.

Selain berlatih di gunung, perempuan yang mengikuti motor reli dakar sejak 2011 itu juga rutin berlatih di pusat kebugaran. Salah satu jenis latihan yang dijalani misalnya melompat sambil mengangkat beban. Latihan ini bertujuan mensinkronkan gerakan tangan, punggung, dan kaki secara bersamaan.

Karir Sanz di balap sepeda motor dimulai sejak usia belia. Ia mulai belajar mengendarai sepeda saat usianya dua tahun. Pada saat usia empat tahun, Sanz mengendarai sepeda motor kakaknya tanpa diketahui siapapun. Saudari Laia, Joan, juga seorang pecinta sepeda motor, memiliki motor Montesa Cota 25 cc. REUTERS

Laia Sanz berlatihan di pusat kebugaran sekitar 60-70 menit. Di sela latihan berat, dia beristirahat untuk menjaga detak jantung tetap stabil. "Setelah itu, aku berlatih mengendarai sepeda motor off-road selama 1 jam, tergantung tempat dan suasana latihan," ucapnya.

Laia Sanz berharap bisa masuk ke posisi 15 besar di reli dakar tahun ini. Pada 2015, dia menyelesaikan kompetisi di peringkat ke-9, level tertinggi untuk pembalap wanita.

ASTARI PINASTHIKA SAROSA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."