Implan KB Ganggu Siklus Haid, Ketahui Mana yang Mitos dan Fakta

Ilustrasi nyeri haid. shutterstock.com

Kesehatan

Implan KB Ganggu Siklus Haid, Ketahui Mana yang Mitos dan Fakta

Kamis, 14 Desember 2017 20:30 WIB
Reporter : Yunia Pratiwi Editor : Rini Kustiani

TEMPO.CO, Jakarta - Implan KB merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang memiliki tingkat resiko kehamilan lebih rendah dibanding alat kontrasepsi lainnya seperti pil, suntik atau IUD. Tingkat keberhasilannya dalam mencegah kehamilan mencapai 99,95 persen, atau yang tertinggi ketimbang pil KB, suntik, dan IUD atau spiral.

Baca juga:Implan KB, Tunda Kehamilan Plus Bikin Cantik Pilih - pilih Alat KB : Suntik, Pil, Implan, atau IUDAlat Kontrasepsi Implan KB, Pilih yang 1, 2, atau 6 Batang

Cara pemakaian implan KB terbilang cepat, sekitar 3 sampai 5 menit, tanpa operasi. Implan KB yang berbentuk batang dengan diameter 2-3 milimeter dimasukkan ke bagian bawah kulit lengan atas. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan Julianto Witjaksono mengatakan ibu hamil dan menyusui bisa menggunakan implan KB karena tidak menggnggu kehamilan dan produksi ASI. Jika ingin hamil, ibu dapat mencabut implan dan kesuburan pulih kembali.

Selain manfaat dan kepraktisannya, Julianto juga menjelaskan konsekuensi dari pemakaian implan KB. Butuh sayatan kecil saat memasang dan mengangkatnya. Julianto menjelaskan mitos yang beredar akibat pemakaian implan KB adalah gangguan perdarahan yang tidak mengalami haid. Implan yang mengandung hormon progestin membuat selaput lendir rahim tipis sehingga darah haid menjadi sangat berkurang dibandingkan jika menggunakan alat kontrasepsi spiral.

Seorang dokter memasang Implan kepada peserta KB gratis pada acara hari keluarga berencana di Lapangan Balla Lompoa, Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (4/9). Pelayanan KB gratis ini diselenggarakan oleh BKKBN dan TNI. TEMPO/Fahmi Ali

“Tidak haid ini mengganggu wanita. Mereka mengira kalau tidak haid maka darah kotor tidak keluar," ujar Julianto yang juga konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi Rumah Sakit Universitas Indonesia ini. Faktanya, dia melanjutkan, manusia tidak memiliki darah kotor atau darah bersih. Bahwa darah kotor memang ada, tapi darah tersebut dibersihkan di paru-paru. Adapun darah haid, Julianto mengatakan, keluar karena terjadi siklus hormonal, bukan persoalan darah bersih atau darah kotor.

Beberapa pengguna implan KB mengalami efek samping di bulan pertama setelah pemakaian. Efek sampingnya berupa bercak darah ringan selama beberapa hari, perdarahan tidak teratur, pola darah haid sedikit, dan tidak mengalami haid. Umumnya efek samping terjadi di tahun pertama, kedua sampai ketiga pemakaian, sementara di tahun berikutnya kembali normal.