4 Hal yang Perlu Dilakukan saat Jadwal Penerbangan Pesawat Delay atau Dibatalkan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rezki Alvionitasari

google-image
Sejumlah penumpang menunggu kedatangan pesawat di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, 16 Januari 2017. Jadwal penerbangan dengan tujuan Banyuwangi - Surabaya dan sebaliknya, mengalami penundaan (delayed) akibat jatuhnya pesawat latih. ANTARA/Budi Candra Setya

Sejumlah penumpang menunggu kedatangan pesawat di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, 16 Januari 2017. Jadwal penerbangan dengan tujuan Banyuwangi - Surabaya dan sebaliknya, mengalami penundaan (delayed) akibat jatuhnya pesawat latih. ANTARA/Budi Candra Setya

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Sahabat Cantika pernah mengalami penerbangan tertunda atau pesawat delay, dibatalkan, atau dialihkan? Jika pernah mengalaminya rencana perjalanan yang sudah dirancang sedemikian rupa akan sedikit berubah. Tapi bukan berarti perjalanan akan gagal.

Pada dasarnya maskapai penerbangan akan berusaha membawa penumpang sesuai tujuannya masing-masing. Jadi, kalau penerbangan tertunda, berikut ini beberapa hal yang perlu diingat.

1. Minta bantuan pramugari

Misalnya, penerbangan tertunda padahal masih harus melanjutkan penerbangan lainnya untuk mencapai tujuan. Penasihat perjalanan, Nadia Henry, menyarankan untuk meminta bantuan pramugari. “Jika penerbangannya tidak penuh, mereka mereka bisa mengumumkan bahwa ada orang yang berada dalam penerbangan lanjutan, (jadi) harap dahulukan orang tersebut,” katanya.  

2. Mencari alternatif lain

Zach Griff, The Points Guy, baru-baru ini membagikan tips terbaiknya ketika menghadapi gangguan penerbangan. "Segera cari penerbangan alternatif," tulisnya melalui X (Twitter). 

Jika penerbangan dibatalkan atau tak bisa mengejar penerbangan lanjutan, mungkin perlu memesan ulang seluruh atau sebagian perjalanan. Segera menghubungi layanan pelanggan dengan penerbangan pilihan jika tidak dapat memesan ulang sendiri. Beberapa maskapai penerbangan juga menawarkan alat pemesanan ulang layanan mandiri di aplikasi dan situs web mereka.

Sebelum bepergian, bisa mengunduh aplikasi maskapai penerbangan di ponsel untuk mendapatkan pembaruan, dan membuat perubahan rencana perjalanan jika terjadi kesalahan. Semakin cepat melakukan perubahan tersebut, semakin banyak opsi yang tersedia.

Setelah mengetahui penerbangan yang diinginkan berikutnya, dapat mempermudah ketika memberi tahu perwakilan maskapai penerbangan di bandara. Sebaiknya juga mencari alternatif penerbangan dari maskapai lain. 

Meski bukan penumpang kelas premium, masih dapat memaksimalkan peluang mendapatkan penerbangan alternatif pilihan dengan menggunakan alat pemesanan ulang layanan mandiri sesegera mungkin. Ada banyak cara menghubungi maskapai penerbangan melalui berbagai platform, seperti melalui aplikasi atau media sosial, sambil menunggu bantuan layanan pelanggan di bandara. 

3. Ketahui hak-hak penumpang

Setiap maskapai penerbangan memiliki kebijakan yang berbeda mengenai pemesanan ulang. Termasuk voucher hotel dan makanan, ketika penerbangan  ditunda atau dibatalkan karena alasan yang berada dalam kendali mereka.

Jika penerbangan dibatalkan karena alasan apa pun dan memilih untuk tidak melakukan perjalanan dengan alternatif yang ditawarkan maskapai penerbangan. Penumpang berhak mendapatkan pengembalian dana ke bentuk pembayaran awal, meskipun membeli tiket yang tidak dapat dikembalikan.

4. Barang penting 

Selain berusaha mencari tahu tentang alternatif penerbangan atau mengetahui hak-hak penumoang, mengatakan ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk bersiap.

“Selalu simpan obat-obatan penting di tas jinjing. Selain itu, selalu sediakan tas kecil, baik ransel maupun tas jinjing, beserta pakaian ganti dan perlengkapan mandi, ” ujar Nadia Henry kepada USA Today.

Pilihan Editor: Air New Zealand Buka Penerbangan Sepanjang Tahun dari Bali, Segini Promo yang Ditawarkan

YUNIA PRATIWI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."