Kahiyang Ayu Unggah Foto Berkebaya dan Kain Ulos, Warganet: Menyala Mbak Ayang

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Kahiyang Ayu/Foto: Instagram/Kahiyang Ayu

Kahiyang Ayu/Foto: Instagram/Kahiyang Ayu

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Puteri kedua Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu kembali mengunggah kolase fotonya mengenakan kebaya brokat dan wastra Nusantara. Kali ini, Ayang -sapaannya- berbalut kebaya brokat warna hijau pupus dengan detail di bagian belakang. Sebagai padu padan ia melengkapinya dengan kain ulos Mandailing warna hitam bercorak. 

Ibu empat anak ini tampil anggun dengan salah satu Stylist langganannya Doley Tobing dan dilengkapi aksesori menawan dari Leciel Design. Sementara untuk tatanan rambut atau hair do bergaya cepol sederhana dan alas kain berupa high heels warna hitam. 

Penampilan Ayang belakangan ini memang kerap mencuri perhatian karena berat badannya turun secara drastis melalui upaya menjaga pola makan. Begitu pula dalam postingan kali ini, para followers membanjiri komentar dengan ungkapan kagum dan pujian. Kebanyakan mereka mengomentari Ayang yang semakin langsing dan cantik, ada pula yang kagum karena Ayang sering mendukung produk lokal. Salah satu warganet menuliskan "Menyala Mbak Ayang." 

Bukan hanya sekali istri Walikota Medan ini tampil anggun berbalut kebaya, sebelumnya dalam momen Kartini ia juga memakai kebaya brokat dengan warna dan gaya yang berbeda. Ayang tampil anggun berkebaya brokat modern koleksi House of Dimas Singgih.

Kebaya potongan asimetris warna hijau lime itu dilengkapi detail kancing depan dan aksen bahu tinggi. Dia memadukan kebaya tersebut dengan rok panjang batik coklat potongan lurus dengan belahan belakang. Untuk melengkapi penampilannya, dia memakai anting, bros dua tingkat, dan gelang warna emas. Alas kaki yang dia pakai terlihat sandal hak rendah warna senada kebaya.

Mengenal Kain Ulos Mandailing 

Seorang perajin menenun ulos di Desa Meat, Toba, Sumatera Utara, Rabu 28 Februari 2024. Desa Meat merupakan salah satu sentra pembuatan ulos jenis Ragi Hotang yang umumnya digunakan sepasang pengantin yang melaksanakan pesta adat atau biasa disebut dengan nama Ulos Hela. ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso

Menurut kepercayaan suku Batak, ada 3 sumber kehangatan. Yaitu matahari, api dan kain ulos. Ulos merupakan kain tenun khas batak yang menyimpan makna tiap jenis motifnya. Beda suku bataknya, beda pula jenis ulos kebanggaannya.

Misalnya Batak Toba  punya ulos manggiring, bintang maratur, ragi hunting, pinan lobu-lobu, bolean, antak-antak dan lainnya. Ada sekitar 19 jenis ulos. Belum lagi batak Simalungun, Pak-pak, karo, terakhir batak Angkola biasa dikenal Mandailing.

Ulos khas Mandailing tak banyak, hanya lima jenis. Paling sering ditampilkan pada acara adat adalah ulos sadum. Terutama acara-acara perayaan maupun penyambutan orang penting. Selain itu jenis ulos ini kerap dijadikan kenang-kenangan dan pajangan. Motifnya yang kaya estetika juga ragam warna cerah membuat ulos ini terlihat mewah.

Ulos sadum pun dipakai sebagai gendongan atau paroppa di Tapanuli Selatan. Gendongan bayi keturunan raja. Pada acara-acara sidang adat raja pun sering digunakan sebagai alas sirih harunduk panyurduan saat mengundang para raja.

Selanjutnya ada ulos sabe-sabe. Selendang adat yang dipakai khusus saat membawakan tarian tor-tor. Saat manortor pihak mora akan menyelimutkan ulos ini pada pihak suhut atau orang yang berpesta. Jika pesta pernikahan, ulos akan diberikan oleh para Tulang atau saudara laki-laki Ibunya pengantin pria kepada kedua pengantin. 

Jenis selendang adat ketiga adalah ulos ragi hotang. Ragi maknanya corak sedangkan hotang artinya rotan.Ulos Ragi Hotang juga diberikan pada pengantin saat prosesi adat pernikahan. Harapannya agar ikatan batin pernikahan pengantin erat seperti rotan.

Selain untuk pengantin,ulos ini juga dapat mengobati seseorang yang picik. Atas izin Tuhan bisa berubah jadi lebih baik. Konon ulos ini juga sering dipakai membungkus jenazah. Bahkan saat prosesi pemakaman kedua, ulos ini dijadikan pembungkus tulang-belulang jenazah. 

Selanjutnya ulos Harungguan. Jenis kain yang disematkan pada seseorang yang mendapat jabatan pemimpin atau naik pangkat pekerjaan. Ulos ini melambangkan suka cita. Wujud meminta doa restu keberhasilan atas apa yang telah dicapai. Asal kata harungguan berasal dari marunggu, artinya berkumpul. Seluruh jenis motif dimasukkan dalam ulos ini. 

Terakhir ada ulos Sibolang. Penggunaannya dapat dipakai pada semua kegiatan adat. Baik berduka maupun sedang bersuka cita. Jika berduka, pilihan warna hitam ulos ditonjolkan. Sedangkan jika bersuka cita memakai warna putih.

Walaupun bisa dipakai tiap kegiatan adat, namun kurang tepat jika dijadikan gendongan dan saat mangupah. Saat upacara pernikahan pun nama ulos sibolang akan disebut dengan ulos pamontari.

Penamaan kain ulos sibolang punya makna bahwa orang yang membawakannya adalah orang yang berjasa istilahnya mambolang-bolangi dalam pernikahan adat. Saat manortor misalnya, orang tua pengantin perempuan akan memberikan ulos ini kepada orang tua si pengantin pria juga kepada kedua pengantin.

Pilihan Editor: Ragam Gaya Fashion Kahiyang Ayu Berbalut Kebaya dan Wastra Nusantara

RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION | S. DIAN ANDRIYANTO

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."