Bolehkah Retinol dan Hyaluronic Acid Dipakai Bersamaan? Ini Penjelasan Dokter Kulit

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi wanita memakai serum kulit. Freepik.com

Ilustrasi wanita memakai serum kulit. Freepik.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Bicara soal produk perawatan kulit, retinol dan asam hialuronat atau hyaluronic acid merupakan bahan yang paling pouler. Tetapi apa yang terjadi jika Anda menggunakannya bersama-sama? Bisakah retinol dan hyaluronic acid bekerja sama? Atau kedua bahan tersebut akan mendatangkan malapetaka pada wajah Anda? Yuk kita ikuti penjelasan para pakar kulit.

Apa itu Hyaluronic Acid?

Asam hialuronat adalah bahan penghidrasi yang melembapkan kulit, mengurangi munculnya kerutan, mengisi kembali kelembapan sel, dan mempercepat penyembuhan luka.

Untuk lebih ilmiahnya, seperti yang dijelaskan DeRosa, "Asam hialuronat (HA) adalah molekul dalam kelas yang disebut humektan. Tugasnya adalah membantu menahan air di kulit Anda," ucap dokter kulit medis dan kosmetik bersertifikat Ivy DeRosa dikutip dari laman Byrdie.

Dan, seperti yang kita ketahui, hidrasi memberikan efek lembap dan bercahaya pada kulit yang kita semua dambakan.

Asam hialuronat tersedia dalam berbagai bentuk yang dijual bebas, seperti serum atau losion dan membantu mengisi sela-sela kulit kita yang berkembang seiring waktu karena polusi, kerusakan akibat sinar matahari, dan proses penuaan normal.

"Hyaluronic acid tidak tidak mengubah struktur kulit Anda dalam jangka panjang, seperti yang dilakukan retinoid, namun dapat membantu perbaikan sementara pada tampilan dan nuansa kulit Anda," ujarnya.

Umumnya aman untuk semua jenis kulit dan tidak diketahui memiliki efek samping (setidaknya bila dioleskan).

Apa itu Retinol?

Jika asam hialuronat adalah gadis populer yang baik kepada semua orang, anggaplah retinol sebagai sahabatnya yang sama populernya namun sangat mengintimidasi. Menurut dokter kulit bersertifikat Jeremy Fenton, retinol adalah antioksidan yang meningkatkan pergantian sel, meningkatkan produksi kolagen, dan mengatur produksi minyak—retinol sering dipuji sebagai anugerah bagi siapa pun yang ingin mengatasi tekstur, jerawat, atau tanda-tanda penuaan.

Retinol juga dapat bekerja secara sinergis, dengan topikal lainnya. “Retinol mungkin berguna jika dikombinasikan dengan perawatan topikal lainnya karena dapat mengelupas kulit dan memungkinkan bahan menembus lebih dalam sehingga membuatnya lebih efektif,” kata dokter Fenton.

Namun retinol juga memiliki beberapa efek samping yang serius seperti kekeringan, pengelupasan, dan iritasi, juga potensi pembersihan yang intens dan berkepanjangan. Oleh karena itu, disebut mengintimidasi.

Bisakah Menggunakan Hyaluronic Acid dan Retinol Bersamaan?

Jawabannya bisa. Jika retinol disebut mengintimidasi, asam hialuronat lembut; di mana asam hialuronat lemah, retinol kuat. Bersama-sama, mereka menyeimbangkan satu sama lain tanpa mengorbankan hal-hal yang menjadikan mereka unik. Inilah yang menjadikan kombinasi ini salah satu bahan perawatan kulit paling populer.

Menggunakan retinol dan hyaluronic acid adalah kombinasi terbaik. Bersama-sama, keduanya memiliki semacam efek sinergis, membuatnya lebih mudah untuk mendapatkan manfaat retinol tanpa mengalami kekeringan seperti biasa berkat peningkatan kelembapan dari asam hialuronat.

Asam hialuronat membantu menjaga retinol tetap terkendali, meningkatkan permeabilitas kulit. Jadi jika digabungkan, kedua bahan tersebut dapat membuat kulit Anda lebih bersih, halus, serta terhidrasi dan lembap. Apa lagi yang bisa Anda minta?

Belum lagi kombinasi yang mungkin sudah Anda gunakan. banyak pelembap yang mengandung asam hialuronat. Demikian pula, DeRosa mengatakan banyak produk retinol berkualitas tinggi yang dijual bebas diformulasikan dengan bahan-bahan yang menghidrasi dan menenangkan untuk membantu mengurangi iritasi, jadi ada kemungkinan retinol Anda mengandung asam hialuronat.

Baca juga: Bolehkah Benzoil Peroksida dan Retinol Dipakai Bersamaan? Ini Penjelasan Pakar

 

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."