Arus Balik Lebaran 2024, 5 Tips Persiapan untuk Berkendara Malam Hari

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rezki Alvionitasari

google-image
Anggota Satlantas Polres Boyolali mengarahkan pengemudi saat melintasi jalur fungsional tol Solo-Yogyakarta di Gerbang Tol Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat, 22 Desember 2023. PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) mulai mengoperasikan jalur fungsional tol Solo-Yogyakarta untuk arus mudik liburan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 sehingga pengemudi dapat melewatinya melalui gerbang tol Banyudono dan gerbang tol Colomadu hingga Karanganom, Klaten. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Anggota Satlantas Polres Boyolali mengarahkan pengemudi saat melintasi jalur fungsional tol Solo-Yogyakarta di Gerbang Tol Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat, 22 Desember 2023. PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) mulai mengoperasikan jalur fungsional tol Solo-Yogyakarta untuk arus mudik liburan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 sehingga pengemudi dapat melewatinya melalui gerbang tol Banyudono dan gerbang tol Colomadu hingga Karanganom, Klaten. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Beberapa pemudik menghindari kemacetan dengan berangkat pada malam hari, termasuk saat arus balik Lebaran 2024. Berkendara malam hari saat arus balik lebaran bisa menjadi pengalaman yang menantang dan berisiko. Dalam suasana padatnya lalu lintas dan kondisi cahaya yang terbatas, persiapan yang matang sangatlah penting untuk menjaga keselamatan Anda dan keluarga. 

Persiapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan perjalanan di malam hari

Menurut riset yang dilakukan oleh Greg Monforton & Partners Injury Lawyers pada 2022, menemukan bahwa berkendara di malam hari memiliki tingkat risiko tiga kali lipat lebih tinggi mengalami insiden. 

Bila dilihat dari profil pengemudi di malam hari, diketahui bahwa pengemudi di malam hari banyak dilakukan kalangan pekerja dan pengendara lintas kota seperti pemudik lebaran yang melakukan perjalanan arus balik.

Kebanyakan dari mereka terpaksa harus mengemudi di malam hari karena sejumlah alasan. Hal ini yang kemudian dapat mempengaruhi tingkat kewaspadaan pengemudi yang kemungkinan besar akan lebih rentan mengalami kelelahan dan tak prima.

Selain faktor kelelahan, pengemudi juga harus lebih sigap dan waspada terhadap kondisi jalanan dan faktor alam yang mempengaruhi keamanan saat berkendara di malam hari. Dilansir dari Antara, berikut persiapan ideal yang perlu dilakukan pengemudi sebelum memulai perjalanan di malam hari:

1. Lampu dan penerangan kendaraan

Hal pertama yang perlu dilakukan pengendara adalah terkait lampu kendraan. Anda perlu memastikan seluruh lampu penerangan mobil menyala dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi kendaraan dan peraturan yang berlaku.

Pengendara dapat menyalakan lampu mobil sebelum matahari terbenam dan mematikannya beberapa saat setelah matahari terbit. Hal ini dilakukan agar mobil tetap terlihat jelas oleh pengendara lain.

Gunakan lampu secara bijak dan sesuai kebutuhan, misalnya saat ada pengendara lain yang melintas di depan atau sedang melewati daerah yang ramai, hindari penggunaan lampu jarak jauh agar tidak mengganggu pandangan atau menyilaukan pengendara lain.

Anda juga perlu menghindari menatap langsung ke arah lampu penerangan mobil lain. Hal ini dapat menyebabkan silau atau pandangan yang berkilau-kilau akibat melihat cahaya yang terlalu terang. Sebaiknya pengendara melihat bagian sisi kiri jalan dan mengikuti garis putih yang menandai tepi jalanan.

Namun, jika tidak sengaja melihat dan kesilauan yang membuat pengendara tidak bisa melihat apapun, hindari berhenti secara tiba-tiba dan pastikan untuk berjalan pelan-pelan untuk menghindari adanya kejadian tak terduga di jalan.

2. Rute dan kondisi perjalanan 

Selanjutnya, gunakan rute yang sering dilalui dan perhatikan dengan baik kondisi jalannya. Ini akan membantu pengendara lebih mudah mengingat dan mengantisipasi tikungan, lampu lalu lintas, rambu lalu lintas, dan sebagainya saat mengemudi di malam hari.

Perhatikan juga lingkungan sekitar dan konsentrasi pada kondisi jalanan serta pengendara lain. Pengendara harus lebih berhati-hati saat melewati area permukiman. Di area ini, banyak sekali pengguna jalan yang harus diperhatikan seperti anak-anak, orang tua, dan pengendara sepeda hingga sepeda motor.

Pengendara juga harus berhati-hati terhadap hewan yang tiba-tiba melintas di depan kendaraan. Sebab itu, kurangi kecepatan ketika melewati area tersebut dan selalu waspada terhadap lingkungan sekitar.

3. Perhatikan jarak aman kendaraan

Selanjutnya, selalu pastikan untuk menjaga jarak yang aman dengan kendaraan lain yang ada di depan dan mengurangi kecepatan saat diperlukan dapat memberikan lebih banyak waktu bagi pengendara untuk bereaksi dan merespons adanya perubahan kondisi lalu lintas ataupun kondisi berbahaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

4. Istirahat dengan cukup

Pastikan Anda dan semua penumpang istirahat dengan cukup sebelum memulai perjalanan. Berkendara dalam keadaan lelah dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Dikutip dari Auto2000, tidur pada malam sebelum pergi mudik sebaiknya dilakukan selama 7-9 jam. Istirahat yang cukup dapat meningkatkan kondisi tubuh agar tetap fit sepanjang perjalanan.

Selanjutnya, hindari terlalu memaksakan kondisi diri ketika sedang melakukan perjalanan di malam hari. Jika sudah mengalami kantuk, sebaiknya pengendara langsung menepi untuk mengambil waktu istirahat.

5. Siapkan hiburan

Membawa anak-anak saat mudik membutuhkan hiburan tersendiri. Perjalanan yang jauh dan memakan waktu berjam-jam dapat membuat anak-anak bosan. Siapkan saja hiburan yang dapat membuat mereka lebih senang di dalam mobil dalam jangka waktu lebih lama. Hiburan yang diberikan bisa berupa musik, lagu, atau permainan.

Itulah 5 persiapan ideal yang bisa dilakukan sebelum melakukan perjalanan untuk arus balik lebaran 2024. Semoga selamat sampai tujuan ya!

Pilihan Editor: Tidur Singkat Selama Mudik dan Balik Bantu Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

KAKAK INDRA PURNAMA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."