4 Dampak Merokok Pada Kesehatan Kulit

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rezki Alvionitasari

google-image
Ilustrasi wanita sedih dengan kulitnya yang mulai keriput. shutterstock.com

Ilustrasi wanita sedih dengan kulitnya yang mulai keriput. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, JakartaMerokok tidak hanya merusak paru-paru, tapi juga dapat berdampak parah pada kulit. Ini adalah efek samping yang tidak dipertimbangkan banyak orang.

Menurut dokter kulit di Skin Wellness Dermatology, Inggris, Corey L. Hartman, merokok membuat kulit menua dan menyebabkan kekeringan, kusam, dan ketidakrataan. Dokter kulit, kata dia, bisa menandai seorang perokok. Tanda-tandanya akan terlihat jelas, seperti kulit tampak lapuk dan kasar, dengan pori-pori membesar dan tekstur kasar dan bergelombang.

Tidak hanya itu, seseorang yang telah lama merokok dapat mengalami penuaan dini, garis-garis halus dan kerutan, serta ciri-ciri tubuh yang kendor secara keseluruhan. "Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2012 menemukan kulit pecandu rokok pada usia 40 tahun mirip dengan kulit orang dewasa berusia 70 tahun yang tidak merokok," ucap Hartman dikutip dari Popsugar.

Menurut dia, dampak merokok terhadap kulit tidak hanya di permukaan, bahkan pada kesehatan kulit secara keseluruhan. Berikut poin dan penjelasannya.

1. Merokok Merusak Pelindung Kulit

Penelitian menemukan bahwa merokok jangka panjang dapat memengaruhi protein dan lipid pada pelindung kulit. “Pelindung kulit yang sehat sangat penting untuk kulit yang bercahaya dan lembab,” kata Hartman. "Dalam jangka panjang, jika pelindung kulit Anda terganggu, Anda akan melihat tanda-tanda penuaan yang lebih jelas."

Pelindung kulit adalah lapisan kulit terluar, bertindak sebagai perisai pelindung. Pelindung ini melindungi lapisan kulit yang lebih dalam dan organ dari ancaman lingkungan seperti paparan sinar UV dan polusi. Selain melindungi tubuh, pelindung kulit yang sehat juga penting untuk menjaga kelembapan kulit. “Anda dapat membayangkan pelindung kulit seperti batu bata dan mortar sebuah rumah, dengan pelindung kulit yang sehat dan tidak memiliki retakan atau kerusakan pada mortar.”

2. Merokok Menyebabkan Kulit Keriput dan Kendur

Kseniya Kobets, direktur dermatologi kosmetik di Montefiore Einstein Advanced Care, menjelaskan bahwa fungsi pelindung kulit yang sehat berarti kulit dioptimalkan dan lipid pelindung kulit seperti ceramide, asam lemak bebas, dan kolesterol berfungsi dengan benar. “Studi 2023 menunjukkan bahwa kulit yang terkena asap secara langsung lebih terkena dampaknya, namun mereka melihat bahwa kulit di seluruh tubuh berusaha mengkompensasi kerusakan akibat asap,” kata Kobets.

Menurut dia, pelindung kulit yang terganggu dapat bermanifestasi sebagai rosacea yang memburuk, kulit sensitif terhadap krim dan serum, dan tidak mampu mentoleransi retinol topikal, serta kemungkinan gatal, bersisik, dan kulit merah. Hal ini dapat menyebabkan kerutan dini dan kulit kendur.

Hartman menjelaskan bahwa merokok lama kelamaan dapat menyebabkan "mortir" yang menahan pelindung kulit rusak dan retak. Sehingga sinar UV, polusi, dan ancaman lingkungan lainnya, seperti asap, mudah mengakses lapisan kulit yang lebih dalam. Ketika faktor lingkungan ini menembus pelindung kulit Anda, hal ini dapat menyebabkan penuaan kulit dini berupa kerutan, garis halus, bintik matahari, dan warna kulit tidak merata.

3. Merokok Meningkatkan Risiko Penyakit Kulit 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa nikotin dapat meningkatkan risiko penyakit kulit seperti psoriasis, hidradenitis suppurativa, alopecia, dan banyak lagi. “Setiap kali Anda merusak pelindung kulit, Anda membuat diri Anda lebih rentan terhadap kondisi kulit kronis karena Anda merusak pelindung kulit dan melemahkan sistem pertahanan alami tersebut,” kata Hartman. Artinya, jika Anda cenderung mengalami kondisi kulit autoimun tertentu, merokok dapat memperburuk atau memperparah kondisi Anda.

Efek samping lain dari merokok adalah gangguan penyembuhan luka. Merokok memengaruhi kemampuan kulit untuk menyembuhkan luka, sayatan, dan memar secara efektif, sehingga memperlambat penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi.

4. Merokok Meningkatkan Risiko Kanker Kulit

Meskipun penelitian menunjukkan bahwa perokok 90 persen bisa mengidap kanker paru-paru, terdapat juga hubungan langsung antara merokok dan kanker kulit. Hartman mengatakan bahwa ada penelitian yang menunjukkan bahwa merokok meningkatkan risiko suatu bentuk kanker kulit yang disebut karsinoma sel skuamosa.

Itulah 4 dampak buruk merokok terhadap kesehatan kulit. Apa yang Bisa Membantu? Sejujurnya, tidak banyak. “Saran terbaik saya adalah berhenti merokok,” kata Kobets.

Ada pula perawatan di klinik, seperti laser dan microneedling, serta produk topikal yang dapat melembabkan kulit untuk sementara, meringankan bintik-bintik penuaan, dan mengurangi tanda-tanda penuaan. Namun seperti yang dikatakan Hartman, yakni mencegah lebih baik dari pada menyembuhkan.

Pilihan Editor: 4 Tips Berhenti Merokok di Bulan Ramadan

POPSUGAR

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."