6 Jenis Komunikasi Tidak Sehat dalam Hubungan dan Cara Memperbaikinya

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ilustrasi pasangan. Freepik.com/Rawpixel.com

Ilustrasi pasangan. Freepik.com/Rawpixel.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Seperti yang sudah banyak diketahui, jika dalam hubungan apa pun, komunikasi yang sehat merupakan salah satu fondasinya. Komunikasi dalam hubungan menentukan kekuatan dan koneksi bersama pasangan. Komunikasi jujur yang membantu orang mencapai kejelasan sangatlah penting. 

"Kita semua berhak untuk didengarkan/mengekspresikan diri kita dan kita mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa kita berkomunikasi dengan cara yang sehat. Cara Anda mengatakan sesuatu memiliki dampak besar pada bagaimana orang lain akan merespons Anda dan apakah Anda akan didengarkan," tulis Terapis hubungan Israa Nasir. 

Lebih lanjut Israa Nasir membagikan beberapa jenis komunikasi yang bisa menjadi tidak sehat dalam suatu hubungan.

1. Komunikasi agresif

Seseorang mungkin mencoba untuk menjadi lebih konfrontatif dan mendominasi – hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan maksudnya dan mengambil sikap, namun hal ini dapat berubah menjadi buruk dalam waktu dekat.

2. Komunikasi manipulatif

Dalam jenis komunikasi ini, seseorang berusaha menipu dan licik dengan tujuan mengendalikan sudut pandang dan keputusan orang lain.

3. Komunikasi defensif

Seseorang, ketika bersikap defensif dan bermusuhan ketika dihadapkan pada umpan balik atau kritik, mungkin sering menggunakan komunikasi defensif.

4. Komunikasi yang meremehkan

Jenis komunikasi ini melibatkan satu orang yang mengabaikan pendapat orang lain dan berusaha menekan suaranya.

5. Komunikasi pasif-agresif

Dalam jenis komunikasi ini, seseorang mungkin mengungkapkan hal-hal negatif tetapi secara tidak langsung.

6. Komunikasi pasif

Dalam jenis komunikasi ini, seseorang berusaha menghindari komunikasi sama sekali, sehingga menimbulkan kebencian dan frustrasi.

4 cara untuk meningkatkan keterampilan komunikasi asertif

1. Latihan

Cara terbaik untuk mempertajam keterampilan komunikasi asertif adalah dengan bermain peran bersama teman dan bereksperimen dengan berbagai skenario untuk memahami respons mana yang sehat.

2. Jurnal

Buatlah jurnal untuk mencurahkan isi hati, emosi, dan mencatat interaksi sehari-hari yang dapat Anda renungkan nanti.

3. Hadapi tantangan

Secara bertahap paparkan diri Anda pada situasi yang lebih menantang dan cobalah menilai kemajuan dengan memahami cara terbaik untuk maju.

4. Mindfulness

Latihlah mindfulness agar lebih membumi dan terpusat yang akan membuat rileks, dan rasa tenang sebelum memberikan respons.

Pilihan Editor: Bertahan Hingga 17 Tahun Pernikahan, Donna Agnesia Ungkap Komunikasi Menjadi Kunci

HINDUSTAN TIMES

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."