Ketahui Perbedaan Fast Fashion dan Sustainable Fashion, dari Bahan hingga Jumlah Produksi

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Sustainable clothing atau busana berkelanjutan adalah sebuah gerakan yang mendorong perubahan pada produk fashion dan sistemnya menuju integritas ekologi dan keadilan sosial yang lebih besar. Sumber foto: Canva

Sustainable clothing atau busana berkelanjutan adalah sebuah gerakan yang mendorong perubahan pada produk fashion dan sistemnya menuju integritas ekologi dan keadilan sosial yang lebih besar. Sumber foto: Canva

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Ada beragam istilah di dunia mode atau fashion, termasuk fast fashion dan sustainable fashion. Perbedaan arti kedua istilah itu mengacu pada upaya mengurangi limbah mode yang dapat memperburuk kondisi bumi. Yuk, kita telusuri bersama.

“Di dunia ini, produk fashion yang mendominasi berasal dari jenama fast fashion, atau produk yang dibuat dengan skala besar,” ujar Ketua Harian Indonesian Fashion Chamber (IFC) Riri Rengganis usai sesi konferensi pers dalam acara Spotlight Indonesia 2023 di Jakarta, Kamis, 16 November 2023.

Menurut Riri, dari segi bahan, pakaian-pakaian fast fashion biasanya menggunakan bahan-bahan yang murah. Hal tersebut terlihat dari tingginya persentase polyester yang tercantum di label pakaian.

Pilihan bahan yang murah tersebut berdampak pada murahnya harga pakaian dari industri fast fashion. Selain itu, ujar Riri melanjutkan, pakaian fast fashion biasanya mengikuti tren terkini.

“Pakai dua sampai tiga kali, bosan, lalu dibuang. Ini yang namanya limbah fashion,” ujar Riri.

Riri menjelaskan bahwa pakaian dengan bahan plastik, polyester, serta turunannya akan sangat sulit untuk diurai oleh bumi. Hal inilah yang selanjutnya berdampak buruk pada lingkungan.

“Karena bahan dasarnya bukan bahan alam, itu pasti akan menjadi sampah yang menumpuk,” ucap dia.

Di sisi lain, pakaian-pakaian sustainable fashion biasanya terbuat dari bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan sehingga mudah terurai. Bahan-bahan tersebut meliputi katun, linen, sutera, serta rayon.

“Dia masa pakainya lama,” kata Riri.

Terkait desain, sustainable fashion mengedepankan desain yang lebih kreatif, unik, dan cenderung buatan tangan atau handcrafted, sehingga memiliki nilai yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pakaian fast fashion. “Jadi, pakaiannya akan bertahan lebih lama di lemari kita. Bisa dipakai berkali-kali, itu sustainable living,” ujar Riri.

Pilihan Editor: Perbedaan Slow Fashion, Sustainable Fashion dan Ethical Fashion, Fashionista Wajib Tahu

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."