Demi Dalami Peran di Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti, Agla Artalidia Batasi Interaksi dengan Rio Dewanto

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Agla Artalidia. Foto: Instagram/@aglaartalidia

Agla Artalidia. Foto: Instagram/@aglaartalidia

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Aktris, Agla Artalidia berperan sebagai Lika, istri Angkasa (Rio Dewanto) di film Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti, penutup dari trilogi dunia Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI). Sebelumnya di NKCTHI, hubungan Lika dan Angkasa sepasang kekasih. Dengan adanya perubahan status dan hubungan, Agla pun mengubah pendekatan dia sebelumnya dengan Rio Dewanto. Hal itu dia lakukan untuk mendalami karakter dan menciptakan suasana tegang di antara mereka saat berakting.

"Secara timeline ini terjadi dua tahun kurang lebih setelah NKCTHI. Jadi, secara status dan relationship, Lika dan Angkasa sudah menikah. Jadi pendekatan yang saya ambil untuk film ini, karena di film ini Lika dan Angkasa berkonflik, tapi konfliknya tidak bisa tersampaikan, tidak bisa dikomunikasikan oleh mereka dengan baik. Jadi, akhirnya aku memutuskan di film ini aku ga mau terlalu akrab dengan Rio dewanto," ujar Agla dalam konferensi pers Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, pada Rabu, 26 Juli 2023.

"Saat kita reading (sesi baca naskah), di lokasi, aku ngobrol seperlunya aja (dengan Rio Dewanto) supaya aku bisa membangun tense atau kikuk, awkward-nya. Aku mencoba memakai pendekatan itu," lanjutnya.

Mendengar pernyataan Agla, Rio mengungkapkan baru menyadari mengapa perempuan 36 tahun itu berjarak dengan dia selama di lokasi syuting.

"Pantes sih di lokasi syuting diajak ngobrol sering ngelengos gitu. Ini kenapa ya? Baru tahu gue (sekarang)," ucap suami Atiqah Hasiholan itu.

(dari kiri) Donny Damara sebagai ayah, Agla Artalidia berperan sebagai Lika, Rio Dewanto menjadi Angkasa di film Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti. Foto: TEMPO/MARVELA

Beda Pendekatan Agla Artalidia ke Donny Damara

Sementara itu, beda pendekatan Agla dengan Donny Damara yang berperan sebagai ayah mertuanya yang juga merupakan ayah dari Angkasa. Agla mengaku lebih sering menjalin interaksi dengan aktor 56 tahun itu agar chemistry di antara mereka kuat.

"Hubungan aku sama ayah kalo di NKCHTI beliau adalah ayah dari pacar aku, sedangkan di film ini mertua dan menantu, kedekatan sudah lebih terjalin. Jadi aku lebih mendekatkan diri ke ayah di film ini, dari reading, di lokasi, aku mepetin ayah mulu," ujarnya diikuti tawa.

Agla lalu menyebut salah satu adegan menyentuh dan mengharukan di dapur saat ayah meminta maaf kepada Lika

"Ketika aku baca skrip ga mungkin seorang ayah mertua bisa ngomong sama menantu perempuannya seperti ini, sangat deep (dalam), bisa minta maaf. Supaya scene itu berjalan lancar, aku deketin ayah terus, sehingga saat ayah ngomong itu bisa sampai ke hati aku. Nyesek banget nih, seorang ayah mertua minta maaf sama anak menantunya," ungkapnya.

Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti berkisah tentang cerita keluarga Narendra yang diangkat secara paralel masa lalu dan masa kini. Narendra muda memperjuangkan cintanya kepada Ajeng terlepas dari perbedaan status sosial mereka serta Angkasa yang menghadapi krisis pernikahan. Meski terikat oleh hubungan darah, kedua laki-laki ini dipisahkan oleh cara pandang dan hidup berbeda. Mereka mencari cara untuk kembali terhubung dengan satu sama lain.

Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti dibintangi oleh Jourdy Pranata (Narendra muda), Yunita Siregar (Ajeng muda), Rio Dewanto (Angkasa), Donny Damara (Narendra tua), Agla Artalidia (Lika), Rukman Rosadi dan Ira Wibowo sebagai orang tua Ajeng. Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti sudah tayang di Netflix pada Kamis, 27 Juli 2023

Pilihan Editor: Sederet Fakta Menarik Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti, Ada Karakter Baru dan Nostalgia Tahun 80-an

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."