Gaya Fashion Nikita Willy di Trunk Show Vanilla Hijab, Detail Monogram dan Warna Bold

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Gaya Nikita Willy mengenakan koleksi terbaru Vanilla Hijab yang bertema CEO Era, Rabu, 12 Juli 2023 di Jakarta/Foto: Doc, Vanilla

Gaya Nikita Willy mengenakan koleksi terbaru Vanilla Hijab yang bertema CEO Era, Rabu, 12 Juli 2023 di Jakarta/Foto: Doc, Vanilla

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Vanilla Hijab kembali meluncurkan koleksi terbaru bertema "CEO Era". Tema ini mengangkat era women empowerment di mana perempuan menjadi 'leader' atau pemimpin di berbagai bidang dan sektor industri. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan mampu berkarya dan berdaya dengan cara mereka masing-masing.

Vanilla CEO Era menghadirkan empat seri koleksi dengan empat logo monogram Vanilla yang mewah, terdiri dari signature scarf serta pakaian ready to wear untuk beragam acara dan variasi gaya busana bagi para muslimah yang ingin tampil stylish namun tetap nyaman.

Salah satu koleksi terbaru dikenakan oleh aktis Nikita Willy. Ibu satu anak ini tampil gaya dengan fashion monogram dan warna bold yang terdiri dari atasan kemeja bahan satin dan rok H-line bahan brokat yang lembut. 

Menurut Founder Vanilla, Atina Maulia koleksi kali ini terinspirasi dari kekuatan sosok perempuan menjalani berbagai peran dalam kehidupannya sehari-hari yang biasanya banyak membuat keputusan-keputusan penting layaknya para CEO atau pemimpin tertinggi, namun para perempuan pemimpin ini tidak melupakan kodrat dan kewajibannya yang penuh kelembutan dan keindahan. 

Mengusung tema CEO Era, brand hijab lokal Vanilla meluncurkan koleksi terbaru yang mengangkat kekuatan perempuan/Foto: Doc. Vanilla

"Material yang digunakan cukup beragam mulai dari voile, premium satin, deluxe crepe, hingga pleated satin. Pilihan material kali ini untuk menonjolkan sisi kemewahan para pemimpin perempuan yang berkarakter kuat, elegan, dan berkarisma. Kemudian diperkuat dengan pilihan palet warna yang mewakili karakter kuat, yaitu monochrome, hitam-putih, serta warna pastel khas Vanilla seperti pink dusty, light blue, dan misty grey,' ucapnya melalui siaran pers, Sabtu, 15v Juli 2023. 

Motif monogram atau logo Vanilla yang dominan menggambarkan ketegasan dan dinamika kehidupan para pemimpin perempuan yang berkarakter kuat namun tetap memesona dengan inner beauty mereka. Eksplorasi motif geometri, abstrak, dan handwriting yang mendominasi koleksi ini diaplikasikan melalui teknik digital printing dengan tingkat kesulitan cukup tinggi untuk hasil akhir yang berbeda dari koleksi yang pernah ada sebelumnya. 

Aksentuasi detil yang ditonjolkan adalah permainan teknik pleated atau lipatan dikombinasi dengan printed fabric yang hanya ada pada koleksi kali ini. Siluet atau potongan busana yang terlihat tegas namun tetap feminin, menambah kesan kuat dan mewah dari koleksi Vanilla CEO Era ini.

Mengusung tema CEO Era, brand hijab lokal Vanilla meluncurkan koleksi terbaru yang mengangkat kekuatan perempuan/Foto: Doc. Vanilla

Vanilla Hijab mengumpulkan para perempuan inspiratif untuk saling berbagi pengalaman dan inspirasi fashion style melalui fashion show koleksi terbaru Vanilla CEO Era. Dalam acara private preview yang hangat dan berkelas ini, para CEO perempuan berkumpul menjalankan misi dari Vanilla Hijab yaitu mengajak perempuan lainnya untuk berkarya, berdaya dan menginspirasi apapun profesinya. 

Selain Nikita Willy, public figure dan artis papan atas Indonesia turut meramaikan acara ini, yaitu Melody Prima, Adelia Pasha, dan para influencer hijab seperti Dwihanda, Hamidah Rachmayanti, Tiqasya, Vira Tandia, dan masih banyak lagi. Semua hadir dalam balutan busana koleksi Vanilla Hijab yang akan keluar bulan Juli 2023 ini.

Pilihan Editor: Indra Priawan di Mata Nikita Willy: Gak Ada yang Lebih Sabar dari Indra

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."