Peluang Fashion Modest Tinggi, Pentingnya Sinergi Pengusaha Muslim Indonesia

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Sejumlah peragawati berjalan menampilkan pakaian rancangan produsen Inen Signature saat peragaan busana 'Sustainably Modest' dalam rangka Muslim Fashion Festival 2021,  di Jakarta, Sabtu, 27 Maret 2021. Asia Pacific Rayon (APR) berkolaborasi dengan tiga produsen pakaian asal Indonesia, antara lain Inen Signature, Geulis, dan Salt n Paper menampilkan busana-busana Muslim yang menggunakan bahan baku ramah lingkungan untuk mengkampanyekan pelestarian alam sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Sejumlah peragawati berjalan menampilkan pakaian rancangan produsen Inen Signature saat peragaan busana 'Sustainably Modest' dalam rangka Muslim Fashion Festival 2021, di Jakarta, Sabtu, 27 Maret 2021. Asia Pacific Rayon (APR) berkolaborasi dengan tiga produsen pakaian asal Indonesia, antara lain Inen Signature, Geulis, dan Salt n Paper menampilkan busana-busana Muslim yang menggunakan bahan baku ramah lingkungan untuk mengkampanyekan pelestarian alam sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan Fashion Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yuke Sri Rahayu, menjelaskan potensi dan peluang pasar global akan fashion modest sangat tinggi yaitu mencapai US$ 402 miliar pada 2024 mendatang. Langkah Indonesia untuk menjadi Pusat fashion Modest Dunia juga perlu diikuti dengan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan. 

"Kami pun saat ini sedang menyusun Buku Panduan Pendampingan Kreasi Fashion Modest sebagai bentuk dukungan untuk meningkatkan kualitas produk, memberikan gambaran arah pengembangan, dan memperkuat rantai kreatif modest fashion di Indonesia yang strategis dan tepat sasaran,” kata Yuke dalam keterangan pers yang diterima Cantika pada 16 Juli 2022. 

Yuke pun mendukung Program ARQAM Accelerator yang diselenggarakan ALAMI. Menurutnya ajang itu bisa menjadi bentuk dukungan yang dapat meningkatkan rantai nilai kreatif berupa kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, dan konservasi. 

CEO ALAMI Group, Dima Djani (tengah bawah), President Global Modest Fashion Week Association, Nur Asia Uno (kiri atas), dan Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI) Diana Yumanita (kanan atas) ketika memberikan sambutan di ARQAM Fashion & Beauty Care Accelerator 2022 yang dilaksanakan secara virtual pada Sabtu 16 Juli 2022/ALAMI

ALAMI, perusahaan fintech peer-to-peer lending berbasis syariah terbesar di Indonesia, kembali menyelenggarakan ARQAM Accelerator 2022. Program pelatihan dan mentoring yang diadakan secara virtual ini pada tahun ini mengangkat tema ARQAM Fashion & Beauty Care Accelerator. Dengan program ini, berarti ALAMI berhasil menjaring 4.423 pengusaha muslim untuk mengikuti program ARQAM Accelerator sejak tahun lalu.

CEO ALAMI Group, Dima Djani, mengatakan program ARQAM Accelerator bisa mendorong para pengusaha muslim untuk meningkatkan kualitas usaha melalui pelatihan kemampuan bisnis secara profesional (business management), kesempatan mendapatkan akses ke para investor (permodalan), serta peluang memperluas jaringan (marketing) dalam mengembangkan usahanya ke depan. 

“Industri fashion halal di Indonesia terus berkembang pesat. Tentu banyak masyarakat yang berminat mengambil ceruk itu menjadi kesempatan untuk berbisnis. Karena itu, ARQAM dari ALAMI Group hadir agar dapat memberikan motivasi kepada pengusaha bagaimana cara yang tepat menumbuhkan bisnis fashion dan produk kecantikan,” ujar Dima dalam keterangan pers yang diterima Cantika pada 16 Juli 2022. 

Indonesia menjadi konsumen produk halal peringkat pertama di dunia dengan nilai mencapai US$ 114 miliar. Salah satu industri yang berkontribusi sangat besar dalam konsumsi produk halal tersebut adalah fashion. Menurut data BPS pada 2021, pertumbuhan industri pakaian mencapai 19,59 persen. Karena itu, ARQAM mengangkat tema Fashion and Beauty Care 2022 agar para pengusaha fashion dapat meningkatkan pertumbuhan usahanya dengan pesat. 

ARQAM Accelerator pada Juli ini merupakan ketiga kalinya diselenggarakan ALAMI. Sebelumnya, program ini telah berhasil melibatkan lebih dari 3.000 pengusaha di Indonesia dengan didampingi 80 mentor berpengalaman serta menjangkau lebih dari 40 komunitas dalam seluruh rangkaian kegiatannya. 

Uniknya, ARQAM Accelerator yang diselenggarakan ALAMI tidak hanya berorientasi pada keuntungan usaha di dunia saja (return on investment), tetapi juga penting untuk menekankan dasar pemikiran yang bertujuan memperoleh pahala dan keuntungan di akhirat (return on akhirat). 

Dalam program ARQAM Accelerator, pengusaha fashion muslim yang hadir akan dibekali berbagai hal melalui workshop dari mentor-mentor terbaik yang fokus kepada product design, product development, customer acquisition, marketing, dan founders leadership development. ARQAM Accelerator yang digelar pada akhir Juli ini pun diyakini dapat efektif dan tepat sasaran karena tidak hanya dibekali dasar-dasar usaha, tetapi para pengusaha juga diberikan bimbingan oleh praktisi usaha fashion yang telah berhasil dalam skala nasional maupun global. 

Program ARQAM Accelerator mendapat dukungan terbuka dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno, Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan fashion Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Yuke Sri Rahayu, President Global Modest Fashion Week Association Nur Asia Uno, dan Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI) Diana Yumanita.

Dalam sambutannya, President Global Modest Fashion Week Association, Nur Asia Uno, menekankan pentingnya membawa industri fashion di Indonesia untuk terus dikembangkan. Dengan itu, para pengusaha dapat membawa modest fashion berciri khas Indonesia ke kancah internasional.  “Saya sangat mendukung dan mengapresiasi ALAMI yang telah bekerja sama untuk menyelenggarakan ARQAM Fashion and Beauty Care Accelerator 2022. Karena, dengan program ini dapat memberikan kesempatan bagi para UMKM di bidang tersebut untuk belajar mengembangkan produk dan jasa lokal yang halal di Indonesia,” ujar Nur Asia Uno. 

Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI), Diana Yumanita, menegaskan ini saatnya bagi para pengusaha muslim Indonesia untuk saling berkolaborasi dalam menghadapi tantangan di industri fashion dan produk kecantikan yang halal. Karena itu, Bank Indonesia bersama pemangku kepentingan lain membentuk Industri Kreatif Syariah (IKRA) yang menjadi platform untuk mempertemukan para pelaku usaha syariah di sektor muslim fashion juga makanan/minuman halal. 

“Berbagai tantangan ada di depan mata kita untuk bersaing di produk fashion halal seperti DNA brand, product development, manajemen usaha (pembagian SDM), pemasaran, akses pasar, serta pembiayaan. Karena itu, kami sangat mendukung upaya ALAMI yang menjadi jembatan bagi para pengusaha muslim bertemu para investor serta untuk memperluas pasar melalui program ARQAM Accelerator,” katanya. 

Dima melanjutkan ARQAM Fashion and Beauty Care Accelerator 2022 diharapkan dapat menjadi contoh nyata kontribusi terhadap pengusaha muslim atau UMKM di bidang fashion dan produk kecantikan untuk tumbuh berkembang sejalan dengan peluang yang disebutkan oleh Salaam Gateway pada State of the Global Islamic Economy Report 2022 yaitu Indonesia menempati posisi ketiga di dunia sebagai negara dengan konsumsi fashion modest terbesar setelah Uni Emirat Arab dan Turki. 

“Kami berharap ARQAM Accelerator dapat menjangkau pengusaha di berbagai bidang lainnya untuk berkembang, sejalan dengan visi ALAMI Group yaitu memberikan dampak positif yang berkelanjutan kepada seluruh masyarakat,” katanya.

Baca: Tips Padu Padan Fashion dengan Gaya Simple

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."