4 Mitos Ciri Madu Asli, Salah Satunya Tak Berubah Warna

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi madu. shutterstock.com

Ilustrasi madu. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Madu merupakan bahan alami dari lebah yang kerap dimanfaatkan sebagai pemanis sekaligus penambah energi. Dilansir dari eufic.org, kandungan madu asli mengandung karbohidrat, berupa gula sederhana, fruktosa, dan glukosa; air; vitamin; mineral; protein; enzim; dan polifenol, termasuk flavonoid. Kayanya kandungan nutrisi tersebut lantas membuat madu populer dalam dunia kesehatan.

Dikutip dari Hello Sehat, dikatakan bahwa madu dapat membantu kelancaran sistem pencernaan, menurunkan risiko penyakit jantung, menjaga kadar kolesterol, dan tekanan darah. Sayangnya, tak sedikit masyarakat yang masih kesulitan dalam memilih madu yang asli. Beberapa dari mereka bahkan termakan mitos atau informasi yang tidak tepat tentang keaslian madu. Apa saja mitos-mitos tersebut? Berikut empat di antaranya

1. Madu asli tidak bakal berubah warna

Adanya perubahan warna pada madu asli sebetulnya merupakan hal wajar. Dikutip dari Antara, perubahan itu umumnya disebabkan oleh reaksi pencoklatan non-enzimatis yang mana justru meningkatkan kadar antioksidan dalam madu. 

2. Madu asli tidak disukai semut

Pada dasarnya, kesukaan semut akan madu bergantung pada kandungan karbohidrat dan umur madu itu sendiri. Umumnya, semut menyukai madu yang bahkan masih berbentuk nektar dan baru keluar dari ujung tanaman. Semut tidak menyukai madu yang belum cukup umur karena hanya akan mengakibatkan fermentasi yang mana akan menghasilkan karbon dioksida.

3. Madu yang mengkristal berarti palsu

Kristalisasi kerap disalahartikan sebagai tanda madu palsu. Nyata, penggumpalan madu adalah hal lumrah yang terjadi secara alami. Untuk diketahui pula, madu yang terkristalisasi juga tidak akan mengalami penurunan kualitas.

4. Madu asli dapat meletup

Dalam madu terdapat organisme bernama khamir. Biasanya, khamir akan aktif dan melakukan proses fermentasi pada madu yang dipanen muda. Hasil samping fermentasi tersebut adalah CO2 atau karbon dioksida yang berbentuk gas. Kemudian gas itu akan terakumulasi dan menghasilkan letupan saat berada di botol yang tertutup rapat. Dengan demikian, madu asli tidak bisa diukur dari meletup atau tidaknya ia dari botol saat dibuka.

Baca juga: 5 Cara Membedakan Madu Asli dan Palsu

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."