Ultralight, Konsep Petualangan dengan Backpack Ringan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Backpack berkonsep ultralight yaitu Hikeover 45 Liter/Eiger

Backpack berkonsep ultralight yaitu Hikeover 45 Liter/Eiger

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Ultralight backpacking merupakan salah satu konsep petualangan yang secara global sudah populer saat ini. Konsep backpack ini mengacu pada gaya petualangan dengan membawa peralatan dan perbekalan seefektif dan seringan mungkin tanpa meninggalkan prinsip keamanan.

Ray Jardine, seorang pemanjat asal Amerika, merupakan salah seorang yang mempopulerkan konsep ini. Merangkum dari salah satu artikel backpacker.com berjudul ultralight: The Ray Jardine Way, inisiasi konsep ultralight berangkat dari kegelisahaan Jardine yang melihat banyak pendaki yang tidak menikmati perjalanan, kesusahan atau bahkan tidak melanjutkan perjalanan ketika melakukan pendakian panjang (long hikes). Menurutnya, pendaki harusnya bukan berfokus pada beban di pundak, namun pada lingkungan dan alam, yang merupakan alasan utama dalam pendakian. Setelah melakukan berbagai pendakian, dengan menggabungkan filosofi dan inovasi dalam pendakian, ia memutuskan untuk mengurangi beban yang dibawa. Ia bahkan membuat beberapa perlengkapan pendakiannya sendiri agar perlengkapan yang dibawa semakin ringan. Dari sana lah diangkatnya konsep ultralight dalam pendakian.

Seorang pendaki menggunakan backpack berkonsep ultralight yaitu Hikeover 45 Liter/Eiger

Iwan “Kwecheng”, salah satu anggota EIGER Adventure Service Team yang merupakan satu dari segelintir orang Indonesia yang berhasil mendaki 7 puncak gunung tertinggi di 7 benua atau The ‘Seven Summits’ menjelaskan dengan konsep ultralight, pendaki dapat bergerak lebih cepat dan lincah karena bebannya ringan. "Konsep ini menurut saya cocok untuk pendaki yang sudah expert atau sudah berpengalaman, karena semakin ringan beban yang dibawa, justru semakin tinggi pemahaman dan kehati-hatian kita saat berkegiatan,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 27 Juli 2021.

Ia menambahkan, di Indonesia berkegiatan dengan konsep ultralight masih cukup baru. Meskipun begitu, sudah ada peminat bahkan komunitas yang fokus dalam kegiatan luar ruang khususnya pendakian dengan konsep ultralight.

Melihat peluang ini EIGER Adventure, selaku penyedia perlengkapan kegiatan luar ruang asal Indonesia, baru saja meluncurkan backpack berkonsep ultralight yaitu Hikeover 45 Liter. Dengan berat kosong kurang dari 1 kilogram, backpack ini dapat membawa beban hingga 10 kilogram. Sebelumnya, sekitar tahun 2007 EIGER mengeluarkan ultralight backpack berukuran 30 Liter pertamanya, jauh sebelum ultralight menjadi konsep yang dikenal banyak orang.

Hikeover menggunakan bahan nilon yang ringan ditambah fitur coating self-healing. Tas ini dapat memperbaiki dirinya sendiri akibat dari tusukan kecil seperti duri dalam hitungan detik. Tas ini juga sudah dilengkapi dengan rain cover yang dapat memberikan perlindungan lebih dari gesekan ataupun tusukan.

Iwan “Kwecheng” mengingatkan, tas Hikeover sebenarnya bisa digunakan untuk kegiatan luar ruang yang memakan waktu cukup panjang apapun termasuk traveling. “Bukan hanya kegiatan pendakian gunung yang dapat menggunakan tas ini. Disarankan Hikeover digunakan di medan terbuka, untuk menghindari gesekan kuat. Kalaupun ada vegetasi yang rapat, jangan lupa gunakan cover pelindung,” ujar Iwan “Kwecheng”.

Hikeover yang berukuran 45 liter sudah dilengkapi dengan Aerovent Light Backsystem Technology, yang memaksimalkan aliran udara dan meminimalkan kontak langsung dengan punggung untuk kenyamanan pengguna saat membawa beban.

Oki Lutfi, sebagai desainer tas ini menjelaskan perlu waktu hampir 1 tahun untuk mengembangkan Hikeover karena konsep backpack seperti ini merupakan hal baru bagi EIGER. "Ini baru permulaan bagi EIGER dalam mengembangkan produk Ultralight. Tidak menutup kemungkinan, jika minat Eigerian terhadap Ultralight backpacking semakin tinggi, kami akan terus mengembangkan produk ultralight lainnya,” katanya Oki.

Hadir dengan warna abu muda dan hitam, Hikeover dibanderol seharga Rp 1,519 juta. Anda berminat berpetualang dengan konsep ultralight bacpack?

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."