Penuaan Dini Masih Jadi Momok Wanita Indonesia, Apa Tandanya?

Penuaan Dini/Bisnis.com

kecantikan

Penuaan Dini Masih Jadi Momok Wanita Indonesia, Apa Tandanya?

Kamis, 29 April 2021 22:57 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Mitra Tarigan

CANTIKA.COM, Jakarta - Dari survei yang dilakukan JakPat untuk ERHA Age Corrector, 76 persen wanita Indonesia merasa gejala penuaan dini yang mereka alami merupakan masalah serius yang perlu diatasi. Menurut survei JakPat pada April 2021, 60 persen responden wanita merasa kurang percaya diri karena gejala penuaan dini yang dialami. Sementara, kelompok wanita di usia 20an mulai merasa tertekan atau tidak nyaman karena wajah terlihat lebih tua dari umur sebenarnya. Masalah penuaan dini bukan hanya mempengaruhi tingkat kepercayaan diri, tapi juga berdampak pada kehidupan sosial. Tiga dampak yang paling banyak dialami adalah kesulitan bersosialisasi, mendapatkan cemooh dari orang sekitar, dan sulit menemukan pasangan.

Konferensi pers virtual peluncuran Rangkaian Produk ERHA Age Corrector pada 21 April 2021/ERHA

Survei ini juga menunjukkan bahwa dari 71 persen wanita yang sudah menggunakan skincare anti-aging, 73 persen diantaranya memulai pada usia di bawah 30 tahun. Alasan terbesar wanita menggunakan skincare anti-aging lebih awal terlihat dari 85 persen responden ingin mencegah penuaan sejak dini. Hal ini didukung dari penelitian Scientific American bahwa gejala penuaan pada kulit mulai terjadi sejak usia 20 tahun. Oleh karena itu, perawatan untuk mencegah penuaan disarankan untuk dimulai sedini mungkin dengan menggunakan produk yang memiliki kandungan antioksidan tinggi dan kandungan berbahan aktif yang dapat membantu meningkatkan produksi kolagen di kulit.

Meski penuaan dini menjadi perhatian mayoritas besar wanita, ternyata tidak semuanya sadar akan gejala yang terjadi pada kulit wajah mereka. Yulia Lie Yanda, ERHA Product Development Manager, menjelaskan bahwa tanda-tanda penuaan tidak hanya terlihat dari kerutan atau flek hitam pada wajah saja. Tapi juga dari membesarnya pori-pori wajah, munculnya garis halus, kulit yang lebih kering, dan tampak kusam. Selain itu, elastisitas kulit pun menurun, contoh sederhananya adalah bekas bantal pada wajah yang lebih lama hilang saat dewasa dibandingkan pada saat remaja.

Rangkaian Produk ERHA Age Corrector/ERHA

ERHA Age Corrector merilis rangkaian skincare anti-aging yang dapat mencegah dan mengatasi gejala penuaan dini pada wajah. Tiga produk unggulannya yaitu Serum, Day Cream, dan Night Cream yang sudah teruji secara klinis diklaim dapat memperbaiki tanda penuaan dalam 2-4 minggu. Rangkaian produk ERHA Age Corrector ini diformulasikan sesuai dengan kondisi kulit wajah wanita Indonesia.

Alfons Sindupranata, CEO of Arya Noble Dermatology mengatakan selama 22 tahun, timnya telah mengatasi masalah kulit melalui jaringan klinik dan dokter ERHA yang tersebar di seluruh Indonesia. "Dari pengalaman tersebut kami melihat banyaknya kekhawatiran mengenai masalah penuaan dari pasien kami. Oleh karena itu, kami ingin membantu lebih banyak lagi wanita Indonesia dengan meluncurkan ERHA Age Corrector yang kini dapat dibeli secara bebas tanpa harus melalui konsultasi dokter,” kata Alfons dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 21 April 2021

Alfons juga menambahkan bahwa semua produk ERHA Age Corrector diformulasikan dan diuji secara langsung oleh dermatologists ERHA. Berdasarkan uji klinis pada 2020, penggunaan rangkaian produk ERHA Age Corrector menunjukkan perbaikan elastisitas kulit sebesar 8,74 persen dalam dua minggu dan kerutan sebesar 9,17 persen dalam empat minggu.

Baca: 9 Manfaat Buah Zuriat, Cegah Penuaan Dini dan Atasi Alergi