Hari Musik Nasional, Ini 4 Penyanyi Perempuan Era 60-an yang Perlu Kamu Kenal

Khazanah musik Indonesia penuh dengan deretan perempuan penyanyi yang melegenda. Beberapa di antaranya adalah Elly Kasim, Ellya Khadam, dan Lilis Suryani.

ragam

Hari Musik Nasional, Ini 4 Penyanyi Perempuan Era 60-an yang Perlu Kamu Kenal

Selasa, 9 Maret 2021 16:42 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Kinanti Munggareni

CANTIKA.COM, JakartaHari Musik Nasional diperingati setiap tanggal 9 Maret sejak tahun 2013. Peringatan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2013 yang disahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penetapan ini dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik dan meningkatkan prestasi, hingga rasa percaya diri insan musik Indonesia. 

Khazanah musik dalam negeri tentu juga turut diramaikan oleh para penyanyi perempuan. Kali ini, untuk merayakan Hari Musik Nasional tahun ini, mari kita kembali ke masa lalu dan menengok 4 penyanyi perempuan dari era 60-an.

Elly Kasim

“Namanja singkat sekali. Orangnja pendiam dan sederhana, tapi peramah pada waktunja, seakan-akan dia tidak sadar akan kemampuannja jang tjukup mengagumkan. Suaranja lantang dan tjukup dinamis.”

(Irama Nusantara/The Indonesian Music Company Irama Ltd.)

Demikian deskripsi yang diberikan untuk menggambarkan Elly Kasim seperti tertulis dalam keterangan album Gajanja Jang Tersendiri. Album yang rilis pada tahun 1966 ini merupakan karya kesekian penyanyi berdarah Minang ini.

Elly Kasim memulai kariernya di dunia tarik suara sejak tahun 1961. Ia dikenal dengan penyanyi yang merekam banyak sekali lagu, mulai dari lagu berbahasa Indonesia hingga lagu-lagu berbahasa minang. Salah satu yang terkenal adalah lagu “Ayam den Lapeh”.

Pada 2017, Elly, yang kala itu telah berusia 73 tahun, sempat menggelar sebuah konser tunggal. Konser yang digelar di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) itu diberi tajuk "Menjulang Bintang 57 Tahun Elly Kasim Berdendang".

Konser ini membuktikan Elly sebagai salah satu penyanyi perempuan yang awet lintas dekade. Ini tampaknya telah diramalkan sejak lama. 

Seperti yang tertulis dalam sampul vinyl “Mesra” (1967), “Dari sekian banjak biduanita lama dan baru, Elly Kasim adalah nama jang tetap bisa bertahan dihati banjak para penggemar2nja.”

Lilis Suryani

"Gang Kelinci" adalah salah satu lagu Lilis Suryani yang bisa dibilang paling terkenal. Ia mulai rekaman pada tahun 1963. Hingga tahun 70-an, tidak kurang dari 1.000 lagu yang ia nyanyikan telah direkam dalam piringan hitam. Yang menarik, sekitar 50 di antaranya, merupakan ciptaan Lilis sendiri.

"Gang Kelinci" adalah salah satu lagu populer yang dinyanyikan Lilis Suryani. (Irama Nusantara/Remaco)

Meski hadir dengan jenaka dalam lagu “Gang Kelinci”, Lilis dideskripsikan sebagai sosok melankolis yang bisa menjiwai lagu-lagu yang ia nyanyikan. 

“Suaranja kuasa mendjiwai setiap matjam lagu,” tulis JT Rusman dan Jul Chaidir dalam sampul piringan hitam album LS. Mereka melanjutkan, “dari jang penuh melancholik menusuk melompat kepada gembira dan penuh kelintjahan jang dipadati kelutjuan dan humor, ataupun bergerak kekanak-kanakan jang selalu mendambakan kasih sajang, dihelakan oleh Lilis Surjani dengan suaranja sebaik-baiknja.”

Sampul album Lilis Suryani (Irama Nusantara/Remaco)

Lilis bukan hanya bernyanyi dan menciptakan lagu. Ia juga sempat menjadi penggebuk drum dalam grup yang dibentuknya di tahun 1970-an, The Females.

Lilis Suryani wafat pada tahun 2007 di usia 58 tahun setelah berjuang melawan kanker rahim stadium 4 yang dideritanya. 

Ellya Khadam

Ellya Khadam sebelumnya dikenal dengan nama Ellya Agus. Namun, ia tampaknya lebih tenar dengan sebutan “Si Boneka India”. 

Ini bukan sembarang sebut. Ellya memang dikenal sebagai seorang penyanyi yang banyak melantunkan lagu Melayu bergaya India. Salah satu yang paling tenar adalah “Boneka dari India”.

Lagu itu berhasil merangkum sosok Ellya yang ceria dan lincah dalam membawakan lagu-lagunya. Seperti yang tertulis dalam album “Mengapa”, ia disebut-sebut memiliki suara yang mempesona, mengagumkan, dan mengasyikkan. 

“Kesempurnaanja dalam membawakan lagu, telah Anda kenal mempesonakan. Keindahan alunan suaranja dalam mengungkapkan tjetusan perasaan jang tersimpul dalam nada dan irama, telah Anda kenal mengaggumkan. Kelintjahan gajanja dalam memberikan ekspresi pada serba matjam melodi, telah Anda kenal mengasyikkan,” demikian tertulis dalam keterangan vinyl tersebut. 

(Irama Nusantara/Remaco)

Bukan hanya lewat suara dan lagu, Ellya juga kerap mengenakan kostum khas perempuan India, lengkap dengan sari, gelang-gelang, dan bindi. 

Ellya Khadam beberapa kali berduet dengan Rhoma Irama. Ellya lahir pada 23 Oktober 1928 dengan nama Siti Alya Husnah. Penyanyi, penulis lagu, sekaligus aktris ini wafat di Bogor pada 2 November 2009 silam. 

Titiek Puspa

Satu nama yang tak boleh terlewat ketika membicarakan musik nasional adalah Titiek Puspa. 

Titiek Puspa adalah salah satu dari sekian penyanyi Indonesia yang bisa mempertahankan ketenaran lintas dekade. Penyanyi yang dikenal dengan lagu-lagunya, seperti “Marilah Kemari”, “Dansa Yok, Dansa”, hingga “Kupu-Kupu Malam”, ini mengawali kariernya lewat sejumlah lomba bernyanyi sejak tahun 1950-an. 

(Irama Nusantara/C.V. RIA NADA)

Tak hanya bernyanyi, ia juga tercatat banyak menulis lagu. Dua di antaranya, yakni “Bing” dan “Kupu-kupu Malam” bahkan dinobatkan sebagai lagu terbaik sepanjang masa oleh majalah musik Rolling Stone Indonesia. Meski namanya besar di dunia musik, Titiek Puspa sempat dilarang oleh orangtuanya untuk masuk ke dunia tarik suara. 

Titiek Puspa lahir di Tabalong 1 November 1937 dan besar di Semarang. Namun, pada tahun 1959 ia hijrah ke Jakarta. Setahun kemudian ia dipanggil oleh Presiden Soekarno untuk menjadi penyanyi Istana. 

Karya-karya keempat penyanyi perempuan ini adalah harta berharga dalam dunia musik tanah air. Hari Musik Nasional tentu jadi momen tepat bagi kita semua untuk mengambil langkah tepat untuk merawat karya anak bangsa. Meski belum ada keseriusan kerja pengarsipan dari pihak negara terkait musik Indonesia, untungnya sebuah lembaga non-profit, Irama Nusantara telah melakukan pengarsipan musik-musik Indonesia, termasuk karya keempat penyanyi ini. 

Baca juga: Peringati Hari Peduli Sampah, NonaRia Rilis Lagu Imbauan Soal Lingkungan