Tutup Lini Fashion Fenty, Rihanna Fokus pada Pakaian Dalam Savage x Fenty

Rihanna di peragaan koleksi lini pakaian dalamnya, Savage x Fenty, New York Fashion Week 2019 (Instagram @savagexfenty)

mode

Tutup Lini Fashion Fenty, Rihanna Fokus pada Pakaian Dalam Savage x Fenty

Kamis, 11 Februari 2021 09:36 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Penyanyi Rihanna dan perusahaan mode raksasa dunia, LVMH, sepakat menutup lini mode ready to wear (RTW) atau pakaian siap pakai, Fenty. Lini fashion ini dirilis pada 2019 dengan signature style koleksi pakaian olahraga musiman. 

“Rihanna dan LVMH telah membuat keputusan bersama untuk menunda aktivitas RTW, yang berbasis di Eropa, sambil menunggu kondisi yang lebih baik,” demikian bunyi pernyataan LVMH, kepada WWD, dikutip dari Harper's Bazaar, Rabu, 10 Februari 2021.

Koleksi Fenty sebagian besar terdiri dari celana kargo, setelan serasi, hoodie, rok kulit, sweater dan shirtdresses, denim, dan kacamata. Dipasarkan melalui situs web merek, toko pop up di Bergdorf Goodman, Galeries Lafayette Champs-Élysées, dan Selfridges. Sejumlah selebriti, termasuk Bella Hadid dan Cara Delevingne, juga pernah menjadi model kampanye Fenty. Sayangnya, menurut laporan, penjualan untuk lini kelas atas itu tidak sesuai dengan harapan.

Tanda-tanda penutupan Fenty sudah bisa dilihat dari Instagram-nya pada Januari 2021. Akun tersebut tak lagi memperbarui kontennya. Dikabarkan platform e-commerce akan menyusul dalam beberapa minggu mendatang.

Meski menutup Fenty, kemitraan lain LVMH dengan Rihanna tak berakhir. Perusahaan telah melihat penjualan yang kuat pada Fenty Beauty dan Fenty Skin, yang dioperasikan di bawah label pakaian dalam LVMH Kendo Holdings, Inc. Tak hanya itu, Savage x Fenty juga menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.

Rihanna. Instagram.com/@savagexfenty

Lini pakaian dalam yang diluncurkan bersama TechStyle Fashion Group pada 2018 itu, mengantongi hasil penjualan yang memuaskan di pasar. Baru-baru ini, merek tersebut menerima suntikan dana senilai $ 115 juta atau Rp 1,61 triliun dalam Seri B dari perusahaan ekuitas L Catterton. Ternyata, perusahaan tersebut didirikan bersama oleh LVMH dan Groupe Arnault dari Bernard Arnault, dan beberapa pendanaan lainnya.

"Pakaian dalam adalah tentang merayakan tubuh Anda dan itulah arti Savage," kata Rihanna dalam sebuah pernyataan tentang investasi tersebut.

“Savage bagi saya adalah kata yang sangat kuat. Ini tentang menjadi percaya diri, memegang kendali diri. Merek ini adalah rumah, pusat, dan ruang yang aman bagi semua orang — apa pun bentuk, ukuran, etnis, identitas gender, atau orientasi seksualnya. Ini adalah representasi dari semua dan validasi bahwa setiap orang itu cantik apa adanya," pungkas Rihanna.

Baca juga:

Rihanna Luncurkan Lingerie Khusus untuk Hari Kanker Payudara

HARPER'S BAZAAR | WWD |VOGUE