Prita Ghozie Berbagi Tips Atur Keuangan di Masa Pandemi Covid, Kuncinya SIP

Foto ilustrasi pinjaman uang.

karir

Prita Ghozie Berbagi Tips Atur Keuangan di Masa Pandemi Covid, Kuncinya SIP

Minggu, 13 September 2020 19:45 WIB
Reporter : Antara Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, JakartaPandemi Covid berimbas ke berbagai sektor termasuk perekonomian. Banyak orang dirumahkan, terkena Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK, pemotongan gaji, dan lainnya. Semua itu mempengaruhi penghasilan dan pada akhirnya mengubah cara orang mengelola uang.

Perencanaan keuangan Prita Hapsari Ghozie berbagi tips mengelola uang dengan bijaksana di masa pandemi Covid. Terutama mereka yang menjadi tulang punggung keluarga juga termasuk generasi sandwich yang menanggung kebutuhan generasi senior dan generasi di bawahnya, harus mengantisipasi segala kemungkinan.

"Kita semua harus berhati-hati dalam mengelola uang. Sebab masa depan yang tidak dipersiapkan dengan baik akan memunculkan beban," kata Prita Ghozie di Jakarta, Jumat, 11 September 2020. Mengenai pengelolaan keuangan, Prita Ghozie menyampaikan cara yang paling sederhana, yakni SIP.

"Penghasilan yang diterima akan lebih baik jika dibagi-bagi untuk SIP, yakni saving, investment, and protection atau tabungan, investasi, dan proteksi," kata Prita Ghozie. Proteksi keuangan sangat penting, terutama untuk perlindungan saat sakit atau hari tua. Itu semua perlu direncanakan saat masih muda dan sehat.

Ilustrasi perencanaan keuangan (pixabay.com)

Prita Ghozie menyarankan mereka yang masuk usia produktif dan menjadi tulang punggung keluarga memanfaatkan peluang untuk lebih produktif dan tidak bergantung pada satu tempat untuk mendapatkan penghasilan. "Tingkatkan earning power mumpung masih muda, kuat, dan sehat. Penghasilan bisa dibagi untuk saving, investment, dan proteksi," katanya.

Chief Distribution Officer PT Zurich Topas Life, Budi Darmawan mengatakan banyak masyarakat yang tidak siap menghadapi pandemi Covid dan mengalami gangguan finansial. Ini terjadi karena kekeliruan dalam alokasi pemanfaatkan penghasilan yang umumnya 80 persen dipakai untuk biaya hidup sehari-hari.

Adapun penghasilan yang digunakan untuk investasi hanya sekitar hanya 6 persen. Padahal investasi sebaiknya sebesar 20 persen dari penghasilan.