Feby Febiola Cukur Rambut selama Jalani Kemoterapi Kanker Ovarium

Penampilan baru Feby Febiola dengan rambut cepak mengejutkan netizen. Ia mengunggah foto dirinya berambut cepak karena efek menjalani kemoterapi. Instagram

ragam

Feby Febiola Cukur Rambut selama Jalani Kemoterapi Kanker Ovarium

Rabu, 22 Juli 2020 08:32 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Mila Novita

CANTIKA.COM, JakartaFeby Febiola menjalani kemoterapi untuk pengobatan kanker ovarium. Akibat perawatannya, Feby mengalami rambut rontok hingga ia terpaksa mencukurnya. 

Aktris sinetron tersebut mengunggah foto penampilan barunya di Instagram, Selasa, 21 Juli 2020. Dia terlihat tersenyum memperlihatkan rambut cepaknya yang panjangnya tak sampai 1 sentimeter.

Namun, dia mengaku tidak menyesal mencukur rambutnya karena sejak dulu ingin memiliki rambut model ini.

“Dari dulu suka berandai andai kalau punya rambut bondol kayak gini, akhirnya kesampaian juga. Kayaknya cewek botak itu keren dan berkarakter,” kata dia.

Dia lalu menceritakan harus menjalani enam kali kemoterapi untuk mengobati kanker ovarium. Dia pun mengalami kerontokan rambut yang cukup parah. Daripada terus menerus melihat rambutnya berguguran, dia pun memilih memotongnya.

“But no worries, kondisi aku sekarang baik-baik aja, semuanya dalam kontrol tangan Tuhan. Makasih yang udah nanyain dan doain. Bukan perjalanan yang mudah buat aku, tapi aku yakin Tuhan selalu genggam tanganku, dan semuanya terasa mudah,” kata dia.

Feby yang jadi salah satu aktris terpopuler di era 1990-an itu mengaku rambut adalah salah satu kebanggaannya. Menurut dia, rambutnya selalu sehat, kuat, dan tak mudah rontok. Tapi kebanggaan itu harus hilang karena perawatan.

“Sampai akhirnya chemo menggugurkannya helai demi helai. Aah... betapa rapuhnya manusia, sampai rambut aja bukan kuasa kita yang mengatur, memang semuanya anugerah,” ujar dia dalam satu unggahan lainnya. 

Dilansir dari Very Well Health, masalah rambut rontok pada pasien kemoterapi merupakan hal umum. Penyebabnya, obat kemoterapi bekerja secara sistemik di seluruh tubuh untuk mencegah pembelahan dan pertumbuhan sel yang cepat. Tidak hanya sel kanker, obat ini juga merusak sel normal lainnya termasuk folikel rambut, sel-sel di saluran pencernaan, hingga sel di sumsum tulang.