Ditemukan Cara Menghilangkan Bekas Luka Operasi, Kulit Mulus Lagi

Ilustrasi kulit mulus. shutterstock.com

kesehatan

Ditemukan Cara Menghilangkan Bekas Luka Operasi, Kulit Mulus Lagi

Minggu, 12 Juli 2020 10:45 WIB
Reporter : TB. Firman D. Atmakusuma Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, Jakarta - Ini bisa jadi berita menyenangkan. Tak hanya untuk ibu-ibu yang mendapatkan 'oleh-oleh' selepas proses persalinan melalui operasi caesar berupa bekas luka, tapi juga bagi siapa saja yang mendapatkan luka sehabis kulitnya tersayat.

George Cotsarelis, anggota kelompok peneliti yang juga Kepala Departemen Dermatologi di University of Pennsylvania, Amerika Serikat, seperti dikutip dari Science Alert, menerbitkan hasil penelitiannya dalam jurnal Science. Dalam jurnal itu, para peneliti menyatakan telah menemukan cara untuk menghilangkan bekas sayatan yang biasa ditinggalkan dalam proses operasi.

Kulit yang terluka akibat sayatan bisa kembali mulus. Tak ada lagi codet alias bekas luka tertinggal. Selain menyenangkan, tentu saja ini berita mengejutkan. Selama ini, mamalia, manusia termasuk di dalamnya, diketahui tidak memiliki kemampuan meregenerasi kulit dengan cepat.

Hal ini berbeda dengan reptil atau amfibi, yang memiliki kemampuan meregenerasi kulitnya. Ular, salah satunya, punya kemampuan meregenerasi kulit yang biasa disebut dengan istilah 'ganti kulit'.

Lalu, apa yang terjadi dengan penelitian yang dilakukan Cotsarelis cs ini? "Intinya, kami memanipulasi luka agar dapat dengan cepat menyembuhkan diri," ujar dia.

Bekas luka permanen pada tubuh manusia terjadi ketika sel yang disebut myofibroblast, yang terdapat pada kulit jaringan parut, memperbaiki permukaan kulit yang terluka itu. Namun, karena tak memiliki sel lemak sama sekali, ketika luka itu sembuh, jaringan tersebut tidak menyatu dengan kulit, sehingga kemudian dikenal sebagai bekas luka permanen.

Nah, para peneliti ini menganggap bekas luka permanen itu bisa hilang dengan cara menumbuhkan folikel rambut atau struktur kulit tempat rambut akan tumbuh, pertama pada kulit yang terluka itu. Setelah itu, kulit baru otomatis akan tumbuh dengan sendirinya.

Melalui rangkaian penelitian, mereka menemukan caranya, yakni mengisi kulit bekas luka dengan sel lemak yang disebut adiposit. Sel ini mirip dengan kulit asli manusia, yang dapat berbaur dengan kulit luka.

Cotsarelis dan timnya menjelaskan cara untuk mengubah sel ini menjadi adiposit, proses yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh reptil atau amfibi. Hasilnya membuat mereka takjub. "Kami pun sempat kaget saat pertama kali mengujinya di laboratorium," ujar Maksim Pikus, anggota kelompok peneliti dari University of California, Irvine.

Penelitian mereka sebelumnya mengungkap bahwa sel lemak dan folikel rambut berkembang secara terpisah saat regenerasi kulit terjadi. Folikel rambut adalah bagian yang akan tumbuh lebih dulu. Melihat itu, para ilmuwan berasumsi bahwa folikel rambutlah yang membantu pertumbuhan sel lemak dalam regenerasi kulit.

Asumsi mereka ternyata terbukti saat melakukan eksperimen dengan memasukkan folikel rambut baru ke dalam jaringan parut pada tikus yang terluka dan sampel kulit manusia yang dikembangkan di laboratorium. Hal ini jelas tidak pernah terjadi secara alami, mengingat jaringan parut tidak memiliki folikel rambut.

Pikus, Cotsarelis, dan anggota tim menemukan folikel rambut mengeluarkan protein sinyal yang disebut bone morphogenetic protein (BMP) begitu sel rambut pertama mulai berkembang. Protein inilah yang mengubah myofibroblast menjadi adiposit.

Meski percobaan berhasil, masih ada pekerjaan besar untuk para ilmuwan. Hal itu adalah penerapannya langsung ke kulit manusia hidup. Yang jadi masalah selama ini adalah menerapkannya secara biologis. "Sekali lagi kami tekankan, mamalia tidak bisa mengkonversi myofibroblast menjadi adiposit secara biologis," ujar Cotsarelis.

FIRMAN ATMAKUSUMA | SCIENCE | SCIENCE ALERT