Tips Bersihkan Rambut Kemaluan Miss V Supaya Bersih dan Sehat

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Ilustrasi vagina. Shutterstock

Ilustrasi vagina. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Tak sedikit perempuan yang membabat habis rambut kemaluan karena merasa risih, tidak bagus, atau dianggap sebagai sarang kuman. Padahal rambut kemaluan ini justru mampu melindungi alat reproduksi dari infeksi bakteri dan jamur.

Tak banyak orang yang tahu bagaimana cara merawatnya agar tetap sehat. Yang terjadi malah rambut kemaluan dianggap sebagai pemicu gatal, sarang kuman, bau tak sedap, dan bikin penampilan tak elok jika memakai lingerie.

Mengutip laman Sehatq, ada atau tidaknya rambut kemaluan, Miss V tetap saja bisa kotor atau malah bersih. Memang terasa sulit menjaga area Miss V tetap kering jika berbulu tebal. Akibatnya, risiko bau tak sedap pun bisa muncul.

Namun pada Miss V yang tidak memiliki bulu sama sekali pun, risiko aroma tak sedap tetap ada karena bakteri jadi lebih mudah masuk. Sebab itu, kuncinya bukan pada dicukur atau tidaknya bulu pubis, tapi pada cara menjaganya agar tetap bersih.

Ilustrasi Miss V atau vagina. Shutterstock

Berikut langkah yang bisa dilakukan untuk membuat rambut kemaluan dan Miss V tetap bersih:

  1. Bilas dengan air hangat dan sabun setiap mandi

  2. Hindari memakai produk yang mengandung parfum karena bisa memicu gangguan keseimbangan pH di area tersebut

  3. Keringkan area Miss V setelah selesai buang air

  4. Bersihkan Miss V secara rutin dengan tisu atau handuk lembap

  5. Keringkan rambut kemaluan setiap selesai mandi

Bagi yang tetap ingin memiliki bulu kemaluan tapi tidak ingin berantakan atau gondrong, Anda dapat memotong rambut kemaluan Miss V. Langkah ini juga akan mengurangi risiko diganggu kutu kemaluan. Tapi jangan dipangkas sampai habis ya. Ketahui manfaat rambut kemaluan ini.

SEHATQ

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."