#dirumahaja Bikin Gila Belanja Online, Bakal Melejit Saat Ramadan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Bulan suci Ramadan segera tiba, sementara wabah corona belum juga berlalu. Di satu sisi, kebutuhan belanja meningkat, tapi di sisi lain pergerakan orang dibatasi. Dua kombinasi situasi ini membuat pilihan berbelanja online diprediksi bakal melonjak pada tahun ini.

Criteo, perusahaan teknologi di bidang periklanan digital, mengumumkan hasil penelitian mereka mengenai analisis dampak pandemi Covid-19 terhadap industri e-commerce. Data Criteo menunjukkan sekitar setengah dari semua negara di dunia mengalami peningkatan angka penjualan online.

Ada kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh pergeseran perilaku konsumen yang melakukan physical distancing dan mematuhi imbauan #dirumahaja. "Traffic web harian melonjak lebih dari 50 persen secara global. Perdagangan online amat esensial untuk konsumen Asia-Pasifik karena pandemi ini," kata Pauline Lemaire, Director of Account Strategy Criteo for Large Customers, SEA, Hong Kong, and Taiwan, dalam keterangan tertulis.

Lemaire menambahkan, tren belanja secara online di Indonesia juga mengalami lonjakan, terutama menjelang Ramadan. "Pemain retail dihadapkan pada tantangan membantu pembeli mempertahankan tradisi mereka," kata dia. Physical distancing dan imbauan agar #dirumahaja telah mengubah rutinitas harian masyarakat dan cara orang bekerja, berbelanja, dan bermain.

Melihat tren saat Ramadan di Indonesia beberapa tahun sebelumnya, seperti juga di negara Asia Tenggara lainnya, peningkatan penjualan mencapai puncaknya pada pekan ketiga 2018 dan 2019. Tahun lalu, kenaikannya mencapai 106 persen, sedangkan pada 2018 hanya 90 persen.

Khusus untuk Indonesia, traffic harian yang dicatat dalam indeks dan penjualan untuk retail online mengalami peningkatan sebesar 115 persen pada 2019 dan 44 persen pada 2018. Konsumen juga lebih aktif belanja sepekan sebelum Ramadan dan pekan pertama Ramadan pada 2019 ketimbang pada 2018. Ini menunjukkan perubahan perilaku konsumen—peningkatan pembelian terjadi pada menit terakhir tepat sebelum dimulainya bulan ibadah ini.

Transaksi online tahun ini diproyeksikan melonjak akibat pandemi Covid-19. "Dengan meningkatnya ketergantungan terhadap e-commerce, pelaku retail harus memastikan jaringan logistik dan kemampuan pemenuhannya cukup kuat dan stok barang lengkap untuk memenuhi pertumbuhan volume transaksi," ucap Lemaire.

Ilustrasi belanja online. Shutterstock.com

Penjualan retail online di Asia Tenggara mengalami peningkatan lebih tinggi pada tahun ini dibanding tahun lalu. Peningkatan penjualan tertinggi terjadi pada 23 Maret sebesar 82 persen. Angka ini diperkirakan melejit pada Ramadan nanti.

Criteo mencatat data belanja Ramadan sebelumnya menunjukkan kategori produk teratas biasanya pakaian, kesehatan dan kecantikan, elektronik, mainan dan game, serta produk rumah tangga. Sepatu, pakaian, dan celana muncul sebagai kategori teratas dengan peningkatan penjualan online masing-masing sebesar 55, 3, dan 2 persen. Produk kesehatan dan kecantikan juga mengalami peningkatan penjualan, seperti yang diwakili oleh kosmetik dan produk rias, yang meningkatkan penjualan online sebesar 58 persen.

Kemudian ada pembelian lebih banyak untuk barang-barang yang mendukung kualitas hidup, kenyamanan, dan hiburan sebagai bentuk adaptasi dengan kehidupan yang hampir seluruhnya berada di dalam ruangan. Barang-barang kebutuhan sehari-hari, seperti bumbu dapur dan biji-bijian, juga mengalami peningkatan penjualan online sejak 16 Februari hingga 15 Maret 2020. Bahan makanan yang cukup tahan lama mengalami peningkatan terbesar karena konsumen diimbau tinggal di rumah selama masa-masa sulit ini.

Seiring dengan meningkatnya konsumen yang menyesuaikan diri dengan bekerja dan belajar dari rumah, barang elektronik mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam penjualan online. Hal ini diperkirakan akan berlanjut hingga Ramadan karena ibadah dan pertemuan sosial yang biasa dilakukan akan digeser ke pertemuan digital.

Selain itu, berdasarkan data Criteo, berbelanja online lebih sering dilakukan pada malam hari. Data Ramadan Criteo mengungkapkan bahwa aktivitas retail online selama Ramadan 2019 melonjak pada pukul 3 pagi setiap hari. Lalu lintas situs online mulai meningkat pada pukul 03.00. Pada pukul 04.00, penjualan retail saat Ramadan lebih tinggi 3,5 kali lipat dibanding rata-rata harian. Ada penurunan penjualan yang signifikan pada pukul 18.00 ketika pembeli muslim menyiapkan buka puasa.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."