4 Tips Berjemur Sinar Matahari Pagi agar Vitamin D Optimal

Ilustrasi wanita santai sambil berjemur sinar Matahari. Dan Kitwood/Getty Images

kesehatan

4 Tips Berjemur Sinar Matahari Pagi agar Vitamin D Optimal

Senin, 30 Maret 2020 17:30 WIB
Reporter : Sehatq.com Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, Jakarta - Sinar matahari adalah sumber vitamin D yang paling mudah dan murah didapat. Tinggal berjemur di area yang terpapar sinar matahari, maka tubuh otomatis memprosesnya sehingga mendapatkan vitamin D.

Selain menguatkan tulang, vitamin D mampu meningkatkan kekebalan tubuh atau imunitas untuk melindungi diri dari berbagai penyakit. Mengutip laman Sehatq, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya dari sinar matahari terserap optimal di tubuh. 

Berikut tip agar sinar matahari terserap maksimal pada tubuh.

  1. Pilih waktu

    Waktu terbaik untuk mendapatkan sinar matahari adalah sejak fajar menyingsing sampai pukul 10.00. Dari periode selama itu, saat pagi menjelang siang adalah waktu terbaik dan teraman. Sebab, paparan sinar matahari di siang hari dapat meningkatkan risiko kanker kulit.

  2. Perhatikan durasinya

    Jika fajar menyingsing sekitar pukul 06.00, bukan berarti Anda berjemur selama empat jam sampai pukul 10.00. Tak perlu berlama-lama berjemur untuk mendapatkan vitamin D. Para ahli merekomendasikan berjemur sinar matahari pagi cukup 10 sampai 30 menit, dan setidaknya dilakukan tiga kali seminggu.

  3. Perhatikan busana

    Para ahli menyarankan agar minimal sepertiga kulit terpapar sinar matahari. Musababnya, vitamin D diproses dari kolesterol tubuh dengan bantuan sinar matahari. Dengan begitu, semakin banyak bagian tubuh yang terkena sinar matahari, maka akan lebih baik. Saat berjemur sinar matahari pagi, Anda bisa mengenakan kaus tanpa lengan, singlet, atau tank-top, dipadu celana pendek.

  4. Pakai pelindung tubuh

    Ada bagian tubuh yang sebaiknya terkena sinar matahari langsung dan ada yang tidak. Disarankan memakai pelindung kepala, khususnya untuk wajah dan mata saat berjemur dengan memakai topi dan kacamata. Lagipula kepala merupakan bagian kecil dari tubuh yang hanya sedikit memproduksi vitamin D.

SEHATQ