Anak Nagita Slavina, Rafathar Sudah Disunat, 3 Tips Cepat Sembuh

Putra Nagita Slavina - Raffi Ahmad, Rafathar Malik Ahmad. Instagram

kesehatan

Anak Nagita Slavina, Rafathar Sudah Disunat, 3 Tips Cepat Sembuh

Senin, 16 Maret 2020 18:34 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, Jakarta - Putra Nagita Slavina dan Raffi Ahmad, Rafathar Malik Ahmad sudah disunat pada Senin,16 Maret 2020. Rahathar yang kini berusia 4 tahun 7 bulan dikhitan di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.

"Anak soleh, sehat, pinter, hebatnya Papa Raffi dan Mama Gigi," tulis Raffi Ahmad di Instagram. pada foto yang diunggah, Rafathar menunjukkan selembar 'Sertifikat Keberanian' karena telah disunat.

Rafathar memakai kemeja biru dan celana jeans biru serta sepatu warna biru. Hidung dan mulutnya ditutup masker putih.

Saat dikhitan, Nagita Slavina dan Raffi Ahmad mendampingi di ruang bedah, sementara Rafathar asyik bermain video game di ponsel. "Sunat dimulai. Mohon doanya," tulis Raffi Ahmad.

Nagita Slavina dan Raffi Ahmad mendampingi saat Rafathar disunat. Instagram

Mengutip Antara, dokter spesialis bedah anak dari Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro Jaya, Yessi Eldiyani mengatakan ada sejumlah reaksi yang muncul setelah disunat. "Misalnya rasa ngilu pada kepala penis yang baru dikhitan," kata Yessi.

Rasa ngilu itu terjadi karena kepala penis lebih sensitif terhadap sentuhan atau kontak dengan celana dalam. Perlahan rasa ngilu tersebut akan reda.

Berikut tiga hal yang mesti dilakukan supaya anak merasa nyaman setelah disunat:

  1. Celana dalam longgar

    Kenakan celana dalam yang longgar sehingga batang penis dan luka di bagian kepala penis tidak terkena gesekan kain.

  2. Penis dalam kondisi kering

    Pastikan penis selalu dalam kondisi kering. Setelah buang air kecil misalnya, keringkan sisa air dengan tisu atau kasa, terutama tiga hari setelah sunat.

  3. Istirahat

    Sebaiknya anak banyak beristirahat selama sepekan setelah sunat untuk pemulihan. Melakukan aktivitas fisik seperti bersepeda, naik sepeda motor, dan menunggang kuda, berpotensi membuat luka khitan terkena gesekan.