Ketahui Gejala dan Penyebab Penyakit Autoimun yang Diidap Ashanty

kesehatan

Ketahui Gejala dan Penyebab Penyakit Autoimun yang Diidap Ashanty

Rabu, 9 Oktober 2019 12:30 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta -  Penyanyi Ashanty berbagi kabar dirinya yang didiagnosis mengidap penyakit autoimun. Perempuan 34 tahun itu berkisah lewat unggahan di akun Instagram dia. Nampak Ashanty mengenakan pakaian khusus untuk medical check up. Ia bersama suaminya, Anang Hermansyah, dokter yang terkenal dengan metode cuci otak Terawan, dan beberapa dokter lain.

Ashanty menuliskan di keterangan foto bahwa ia awalnya hanya berniat mengantarkan suaminya untuk melakukan cek kesehatan, tiba-tiba diminta ikut melakukan check up. Ashanty memang mengalami beberapa keluhan seperti susah tidur, sakit kepala, mudah lupa, dan gampang khawatir. Tapi ia tidak pernah tahu penyakit yang diidapnya.

“Diagnosa awal kaget banget, aku kena ‘auto immune’ sesuatu yang engga pernah saya bayangkan, denger nya aja serem..” tulis dia.

Autoimun terjadi ketika imun di dalam tubuh melakukan reaksi imunitas terhadap organ di dalam tubuh Anda sendiri. Secara otomatis sel imun akan 'merusak' sel lain dalam tubuh Anda yang dianggap benda asing. Penyakit ini sebenarnya ada sejak lama, tapi baru tahun 2000-an menjadi sorotan dunia medis. 

Sampai saat ini, penyebab penyakit ini belum diketahui. Tapi menurut dokter spesialis penyakit dalam gastroenterologi, Ari Fahrial, penyakit ini bersifat genetik. "Dari lahir sudah membawa faktor kelainan imun," ucap Ari saat ditemui beberapa waktu lalu.

Ilustrasi perempuan sakit. Shutterstock

Tetapi, ada faktor eksternal yang bisa memperparah kelainan imun tersebut, antara lain pola gaya hidup seseorang. "Kalau kita stres, kurang tidur, lelah yang berlebih, itu bisa memicu kelainan imun jadi lebih parah," tutur Ari. Selain itu, perubahan hormon dan infeksi juga disebut bisa menyebabkan penyakit ini. 

Gejala yang ditimbulkan autoimun mirip dengan penyakit lainnya, seperti kelelahan, penurunan berat badan, bengkak dan kemerahan, demam, mual, diare, dan sebagainya. Itu sebabnya, penyakit ini umumnya tidak langsung bisa diketahui dari gejala saja.

Beberapa penyakit yang sudah diketahui masyarakat juga bisa disebabkan oleh autoimun ini. Salah satunya systemic lupus erythematosus atau dikenal dengan lupus.

Ari mengatakan, penyakit lupus lebih banyak diderita wanita. Lupus memiliki risiko penurunan imunitas tubuh. Dengan demikian, tidak hanya kulit yang beruam, lupus yang kronis dapat mempengaruhi organ-organ tubuh lain seperti sendi, ginjal, otak dan juga jantung.

"Ada juga penyakit Rheumatoid Arthritis(RA), dipicu memiliki kelainan pada sistem imun tubuh, maka imun menyerang sendi tubuh," ucap dokter yang berpraktek di RSCM ini.

Penyakit ini akan menimbulkan reaksi pada tubuh seperti mengalami kemerahan, kehangatan, nyeri, juga kekakuan pada persendian.

Penyakit autoimun bukannya tidak bisa disembuhkan. Meskipun, dengan beberapa faktor pola gaya hidup dapat memperburuk penyakit ini, namun autoimun dapat ditangani melalui pengobatan.

"Pasien sebelumnya diperiksa melalui endoskopi dan biopsi. Jika memang ditemukan bahwa ia mengidap autoimun, baru diberikan tindakan,” tukasnya. Ari menambahkan, pasien akan diberi obat anti radang yang berdampak menekan kerja sistem imun itu sendiri.

MILA NOVITA | ANASTASIA PRAMUDITA DAVIES | WEB MD