Alasan Produk Kecantikan Alami dan Organik Kian Diminati

Skin Dewi di Jakarta X Beauty 2019, di Senayan City, Jakarta Pusat, Jumat 26 Juli 2019 (Tempo/Astari P Sarosa)

kecantikan

Alasan Produk Kecantikan Alami dan Organik Kian Diminati

Minggu, 28 Juli 2019 15:34 WIB
Reporter : Astari Pinasthika Sarosa Editor : Yayuk Widiyarti

CANTIKA.COM, Jakarta - Produk perawatan kecantikan tidak boleh sembarangan karena bisa merusak kesehatan kulit. Karena itu, semakin banyak merek yang menawarkan produk kecantikan yang alami dan organik.

Produk yang natural dan organik tidak menggunakan bahan-bahan sintesis, semua bahan yang digunakan diambil langsung dari sumber yang alami dan juga organik. 

Dewi Kauw, pendiri Skin Dewi atau produk perawatan kecantikan natural dan organik dari Indonesia, mengaku bahwa produk dari bahan natural memang lebih mahal karena lebih sulit untuk mendapatkannya, terutama bila produk tersebut juga organik, karena berarti tidak menggunakan bahan kimia dalam proses penanamannya. 

“Semua orang dengan kondisi wajah apapun kalau pakai bahan natural akan mendapatkan manfaat lebih. Itu karena seperti misalnya menggunakan bahan minyak yang diambil langsung dari biji atau tanaman apa, itu memiliki asam lemak yang mirip dengan kita,” jelas Dewi.

Dewi Kauw, pendiri Skin Dewi di Jakarta X Beauty 2019, di Senayan City, Jakarta Pusat, Jumat 26 Juli 2019 (Tempo/Astari P Sarosa)

Kalau dengan sintesis, kandungannya sangat berbeda. Karena itu, produk natural dan organik seringkali lebih digemari oleh orang-orang yang memiliki kulit sensitif. 

Produk perawatan kecantikan yang natural dan organik juga punya efek pengobatan. Mereka juga lebih aman digunakan untuk semua jenis kulit. Tidak hanya itu, ada persepsi yang salah mengenai produk perawatan kecantikan natural dan organik. Banyak yang merasa bahwa produk natural membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menunjukkan hasil pada kulit.

“Sebenarnya, kalau dibandingkan dengan penggunaan bahan steroid, iya natural lebih lama. Tapi kalau dibandingkan dengan bahan sintesis lain yang bukan steroid, itu sebenarnya sama saja lamanya,” lanjut Dewi.