Kulit Kering Berubah Jadi Berminyak, Kenali 7 Faktor Penyebabnya

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yunia Pratiwi

google-image
Ilustrasi kulit cerah. Shutterstock

Ilustrasi kulit cerah. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Selama ini kamu berpikir memiliki jenis kulit berminyak. Tapi setahun belakangan beberapa area mulai terasa mengering. Hal ini berarti kulitmu termasuk jenis kulit kombinasi.  Menurut para ahli, jenis kulit adalah sesuatu yang genetik, apakah berkulit normal, kering, berminyak, atau kombinasi.

Baca juga: Cara Mendeteksi Dini Kanker Kulit dengan Sakuri, Apa Itu?

Ahli kecantikan June Jacobs berpendapat semakin bertambah usia kulit dapat semakin kering karena kelenjar sebaceous memproduksi sedikit minyak. Ada perbedaan antara jenis kulit, kondisi kulit dan reaksi kulit. Meksipun penuaan adalah faktor yang mempengaruhi perubahan kulit, June Jacobs dan dermatolog Sarah Sawyer berpendapat ada beberapa faktor eksternal dan internal yang dapat mempengaruhi kondisi dan reaksi kulit. Meski jenis kulit tidak sepenuhnya berubah, ada 7 faktor yang dapat menyebabkan kondisi kulit berfluktuasi, seperti dilansir dari laman Bustle berikut ini.

#1. Perubahan Iklim
Menurut Sawyer kulit dapat menyesuaikan dengan iklim dan perubahan cuaca untuk menjaga organ-organ lain. Meski beberapa jenis kulit dapat bereaksi dengan cara berbeda karena perubahan cuaca. Sawyer mencontohkan misalnya ketika terpapar iklim kering, mereka yang berkulit kering akan membutuhkan pelembap yang sangat berat agar tetap terhidrasi.

Sedangkan, kulit berminyak lebih berminyak karena kelenjar minyak akan memproduksi minyak lebih banyak dari biasanya. Jacob menambakan cara kita menggunakan pemanas atau pendingin udara di dalam ruangan juga akan mempengaruhi kulit. Jadi sangat penting untuk menghindari pemanas atau pendingin yang ekstrim untuk menjaga keseimbangan kulit.

#2. Kerusakan lingkungan
Cuaca bukan satu-satunya faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kesehatan kulit. Menurut Jacobs ada beberapa faktor lingkungan termasuk alergen, polutan, radikal bebas, dan paparann sinar UV yang dapat membahayakan kulit. Faktanya 80 persen penuaan dini dapat disebabkan oleh paparan sinar matahari dan akumulasi kerusakan sinar matahari.

#3.Tingkat hormon
Ada beberapa alasan yang menyebabkan fluktuasi peningkatan hormon yang dapat menyebabkan perubahan pada kulit. Jacobs mencontohkan seperti saat menstruasi, memulai atau mengakhiri pil KB, selama kehamilan dan selama pra menopause atau menopause. Selama waktu itu, kulit perempuan cenderung berminyak dan berjerawat, tapi bukan berarti kulit kamu berubah menjadi berminyak.

#4. Perawatan topikal
Menurut Jacobs, menggunakan beberapa perawatan topikal yang mengandung alpha hidroxy acids, retinoid, atau vitamin dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif dan menyebabkan beberapa perubahan kondisi kulit. Seperti hyperpigmentasi, terbakar, iritasi, reaksi alergi dan mengelupas. Untuk mengurangi efek samping ini, pastikan untuk selalu memakai tabir surya ketika memakai jenis produk tersebut atau konsultasikan kepada dokter kulit untuk menentukan jenis perawatan dan kandungan yang baik untuk kulitmu.

#5. Obat-obatan
"Obat diuretik dapat membuat kulit kering, karena antikolinergik seperti obat-obatan antidepresan," kata Dr Sawyer. Jika khawatir obat-obatan dapat mempengaruhi kulit, bicarakan dengan dokter kulit untuk mengetasi efek samping tertentu.

#6. Nutrisi
Beberapa faktor internal karena pemilihan nutrisi juga dapat menyebabkan perubahan kondisi kulit. Seperti tidak minum cukup air, kekurangan vitamin, mengkonsumsi alkohol atau kafein, atau diet tidak seimbang dapat mempengaruhi kesehatan dan sensitivitas kulit kamu.

#7. Gaya Hidup
Beberapa faktor internal lain yang dapat mempengaruhi kondisi kulit adalah gaya hidup. Misalnya tingkat stres, berapa banyak waktur tidur setiap malam, olahraga, dan apakah kamu merokok juga bisa menjadi faktor penentu kesehatan kulit. Sawyer menambahkan bahwa jika orang-orang dengan kondisi kulit inflamasi seperti psoriasis, eksim, dan jerawat serta dimodifikasi faktor lain seperti diet, tidur, dan olahraga, mungkin gejala permasalahan kulit akan berkurang, dan kesehatan kulit secara keseluruhan semakin membaik.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."