Bedong Bayi Berisiko untuk Kesehatan, Simak Penjelasan Dokter

Reporter: Cantika.com
Editor: Rini Kustiani
Kamis, 9 Agustus 2018 12:58 WIB
Bedong Bayi Berisiko untuk Kesehatan, Simak Penjelasan Dokter

CANTIKA.COM, Jakarta - Ibu biasanya membekap tubuh bayi yang baru lahir atau melakukan bedong bayi. Umumnya orang berpikir bedong bayi akan membuat tubuh bayi merasa hangat dan membentuk kaki bayi menjadi lurus, mencegah bentuk kaki O dan X. Namun dari sisi medis, kebiasaan bedong bayi ini justru berdampak buruk pada bayi.

Baca juga:
Franda Jelaskan Manfaat Tengkurapkan Bayi
Bayi Rewel tapi Sehat, Bisa Jadi Itu Growth Spurt

Dokter spesialis bedah ortopedi di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, Faisal Miraj menegaskan agar ibu tak lagi melakukan bedong bayi. Jika tetap dilakukan, bonggol tulang panggul bayi rentan keluar dari porosnya atau terjadi dislokasi.

"Karena kaki bayi dirapatkan terus, akhirnya sendi di bagian panggul keluar. Yang benar, bayi tidak boleh dibedong," kata Faisal Miraj di acara diskusi Kelainan Tulang dan Sendi pada Anak di Jakarta, Selasa 7 Agustus 2018. "Tujuan bedong bayi guna merapatkan kaki atau supaya kaki anak tidak bengkok itu keliru. Bedong bayi itu berbahaya."

Faisal menjelaskan bayi baru lahir memiliki urat-urat yang sangat lentur. Apabila orang tua terus membedong maka akan mengganggu pertumbuhannya. Menurut dia, wajar kaki pada bayi baru lahir berbentuk O. Bisanya kaki bengkok ini akan perlahan-lahan lurus hingga mereka menginjak usia 2 sampai 3 tahun.

Iustrasi bayi dibedong. media.philly.com

Kalau orang tua berkeras terus-menerus membedong bayi, Faisal Miraj mengatakan langkah ini akan berdampak pada kaki bayi yang tumbuh tidak normal. Dislokasi atau pergeseran panggul juga berpengaruh hingga anak dewasa. Risikonya adalah anak bisa menjadi pincang akibat adanya perbedaan panjang kaki yang disebabkan tulang panggul yang bergeser atau tidak sejajar.

Artikel lainnya:
Usia yang Tepat Mengajarkan Bayi Renang 
Tips Pilih Stroller Bayi, Ingat 3 Syarat Utama

Dislokasi panggul, Faisal melanjutkan, juga akan berdampak pada kesehatan tubuh lainnya, seperti mudah lelah sampai gangguan saraf. "Kalau ada orang jalan yang sepertinya tidak seimbang, itu karena dia tidak punya ada tumpuan. Pada saat menumpu pada kaki yang tidak sehat dengan beban yang tidak seimbang, tulang punggungnya jadi melengkung, sehingga dapat mempengaruhi saraf," kata Faisal.

YATTI FEBRI NINGSIH