Dinar Candy Jadi DJ, Gaya Sensual Vs Kualitas ?

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Dinar Candy. Instagram

Dinar Candy. Instagram

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Kini semakin banyak perempuan berprofesi sebagai disc jockey atau DJ. Yang sedang hangat diperbincangkan adalah Dinar Candy, seorang DJ yang dulu bekerja sebagai penyanyi dangdut. Dinar Candy penah tampil di berbagai tempat, seperti Bali, Medan, Yogyakarta, dan Jakarta.

Bekerja sebagai DJ awalnya memang didominasi oleh laki-laki. Salah satu sebabnya, jam kerja seorang DJ yang dimulai pada malam dan selesai dini hari. Belum lagi urusan keterampilan tangan, di mana perempuan kerap dianggap kurang cekatan dalam memainkan dan mengolah musik. DJ perempuan juga sering dipandang sebelah mata karena ditudiing memanfaatkan sensualitas tubuh untuk menarik perhatian ketimbang kemampuan bermusik.

Namun sekarang profesi DJ tak lagi untuk laki-laki. Sederet nama DJ perempuan yang pernah diangkat oleh Forbes, diantaranya Nikki Pennie, Lindsay Luv, Jilly Hendrix dan Hannah Bronfman, patut diacungi jempol karena kualitas pekerjaan mereka setara dengan laki-laki.

Mengutip New York Times, sejumlah DJ perempuan yang sekarang sudah tersohor mengakui seperti memasuki dunia yang penuh laki-laki ketika memulai karier menjadi DJ. "Ini benar-benar kelompok lelaki. Belum ada satupun perempuan yang bisa menghasilkan uang banyak dari bekerja sebagai DJ," kata Cassy Britton yang populer sebagai DJ Cassy. Kini Cassy Britton sudah diakui di dunia DJ dan menjadi produser musik.

DJ Cassy Britton. Instagram

Peristiwa unik juga pernah dialami duo Nervo, DJ kembar asal Australia, Olivia and Miriam Nervo. Meraka pernah menggegerkan panggung pada 2010 dan ada promotor yang tertarik dengan penampilannya. "Promotor itu terkejut karena kami bukan lelaki, melainkan dua perempuan muda yang sangat aktif," ucapnya.

Duo Nervo, DJ kembar asal Australia, Olivia and Miriam Nervo. Instagram

Berbagai stereotipe dan tantangan karier di dunia musik harus dilalui DJ perempuan. Namun dengan perkembangan teknologi dan pendidikan, kini semakin banyak perempuan memilih bekerja sebagai DJ.

Sekolah musik dan DJ, Dubspot di New York, Amerika Serikat misalnya, kian banyak siswa perempuan yang mendaftar dan ikut kelas DJ. Kendati komposisinya masih didominasi siswa laki-laki, namun pertambahan jumlah perempuan yang ikut kelas DJ meningkat setiap periodenya.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."