Orang Lain Takut Kelebihan Gula, Prilly Latuconsina Kurang Gula

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Aktris Prilly Latuconsina saat ditemui di Ballroom Raffles Hotel, Kuningan, Jakarta Pusat, 8 Juni 2017. TEMPO/Dini Teja

Aktris Prilly Latuconsina saat ditemui di Ballroom Raffles Hotel, Kuningan, Jakarta Pusat, 8 Juni 2017. TEMPO/Dini Teja

IKLAN

TEMPO.CO, Jakarta - Ketika orang lain khawatir dengan asupan gula berlebih yang mengakibatkan diabetes, Prilly Latuconsina justru kekurangan gula. Kondisi kurang gula ini terdeteksi karena dia jatuh pingsan.

Baca juga:
Prilly Latuconsina di Kampus, Sempat Ngantuk tapi...
Prilly Latuconsina Kelewat Serius Belajar, Pantas Tak Punya Pacar
Prilly Latuconsina Jadi Duta Kanker Serviks, Sudah Vaksin Belum

"Aku sempat pingsan karena keenakan aktivitas dan lupa makan. Aku enggak merasa lapar, tapi ternyata tubuh membutuhkan makanan. Jadi pingsan," kata Prilly Latuconsina di Jakarta. Prilly abai terhadap kondisi tubuhnya lantaran terlalu sibuk.

Aktivitas sebagai mahasiswa sekaligus bekerja di dunia hiburan membuat pemilik tubuh mungil ini kerap melewatkan jam makannya. Ketika pingsan, Prilly Latuconsina langsung dilarikan ke rumah sakit. Dokter yang merawat menyatakan Prilly kekurangan gula.

Prilly Latuconsina.

"Kalau pagi dan buru - buru kuliah, aku hanya minum teh tanpa gula. Lalu makan siang dengan hidangan bercita rasa asin dan gurih. Kadang juga lupa makan, makanya pingsan," ucap Prilly Latuconsina. Setelah mendapat penjelasan dokter, dia baru sadar aktivitas tubuh bisa membuat kadar gula dalam tubuh terkuras.

Ketika belajar, Prilly Latuconsina mengatakan tidak terpikir untuk makan atau ngemil karena konsentrasi ke pelajaran. "Kalau belajar aku malah enggak makan karena serius banget," ucapnya. Kendati tubuh tidak bergerak, tapi terus berpikir sehingga kalori terbakar. Saat pingsan, kadar gula darah Prilly Latuconsina drop hingga 70, dari 80-144.

AURA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."