Putri Marino dan Nicholas Saputra Cerita Tantangan Syuting The Architecture of Love di New York

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rezki Alvionitasari

google-image
Film The Architecture of Love dibintangi Putri Marino dan Nicholas Saputra. Foto: Instagram/@filmtaol

Film The Architecture of Love dibintangi Putri Marino dan Nicholas Saputra. Foto: Instagram/@filmtaol

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Pemeran utama film The Architecture of Love, Putri Marino dan Nicholas Saputra bercerita mengenai kesulitan dan tantangan yang mereka hadapi saat syuting di New York, Amerika. Film ini mulai diputar di bioskop pada Selasa, 30 April 2024.

Saat menjadi bintang tamu di Podcast YouTube Raditya Dika, Putri mengaku cuaca menjadi tantangan utamanya selama syuting. "Kesulitan syuting di New York itu cuaca, dingin dan kering. Kaget aja, karena sebelumnya kami syuting di Jakarta dua minggu," tutur Putri di sinar yang disiarkan Kamis, 2 Mei 2024.

Karena perbedaan cuaca tersebut, membuat badan Putri terasa kaget. Dia juga merasakan jet lag setelah tiba di negeri Paman Sam. Mereka melakukan syuting setelah istirahat tiga hari.

Sutradara dan pemain film The Architecture of Love: Teddy Soeriaatmadja, Putri Marino, dan Nicholas Saputra. Foto: YouTube Raditya Dika.

Nicholas Saputra, pemeran River pada film yang disingkat TAOL itu, mengatakan 70 persen lokasi syuting film ini berada di New York. Dia pun merasakan hal yang sama, yaitu cuaca dingin.

Namun, Nicho mengaku pakaiannya yang kurang tebal membuatnya merasakan dingin. "Sebenarnya cuaca engak terlalu dingin, cuma bajunya enggak cukup untuk menahan dingin. Pas sampai, jempol kaki beku," tutur Nicho.

Dia juga menyebut pernah syuting di Central Park saat pagi hari dengan suhu 3 derajat Celcius tetapi memakai baju seperti ke puncak.

Sutradara film TAOL, Teddy Soeriaatmadja, mengatakan proses syuting mereka di New York berlangsung sekitar 21 hari. Mereka tidak membawa kru secara lengkap melainkan bekerja sama dengan kru film di negara itu.

"Very good, kerja samanya enak, fun, working hours-nya juga bagus. Karena kita sudah meeting by Zoom jadi sudah prepare," kata Teddy. Dia juga mendapat hal positif dengan bekerja sama pegiat film New York. "Akhirnya kami kebawa ritme mereka juga. Sampai di sana sudah ready to set on time."

Pilihan Editor: Putri Marino Cerita Perannya di Film The Architecture of Love, Deg-degan Sekaligus Terharu

YOUTUBE

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."