Cara Single Mom Hadapi Komentar Negatif di Masyarakat, Mengelola Napas dan Manfaatkan Update Status

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi Single Mom. shutterstock.com

Ilustrasi Single Mom. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Komentar-komentar negatif terkait ibu tunggal atau single mom masih kita dengar dari sekitar. Semisal dari soal kecakapan mengasuh anak tanpa pasangan, gaya berpakaian, hingga status janda sebagai penggoda. Hal-hal itu seolah lazim dilontarkan segelintir orang saat mengomentari single mom. Berkaca dari situasi tersebut, psikolog Anisa Cahya Ningrum menegaskan stigma terhadap single mom sangat memprihatinkan dan tidak diharapkan.

Untuk menghadapi situasi tersebut, Anisa merekomendasikan para single mom mengelola emosi agar tidak terpancing.

"Hal pertama yang perlu dilakukan single mom adalah tidak terpancing dengan kata-kata atau perilaku negatif. Kelola emosi dengan mengolah napas dalam-dalam atau deep breathing," ujar Anisa lewat sambungan telepon kepada Cantika, Jumat, 22 Desember 2023.

"Langkah itu bisa menunda emosi dan bisa membantu berpikir lebih jernih," sambungnya.

Menurut Anisa, ketika single mom terbawa emosi dan merespons negatif, hal itu jadi mengesahkan stigma tak berdasar yang dilontarkan oknum-oknum julid di masyarakat.

"Upayakan tetap santun terhadap orang-orang itu. Kalau ngomel, balik menjelekkan, orang itu akan merasa benar. Hal itu yang harus dihindari," tuturnya.

"Kalau single mom bersikap santun, maka tidak ada alasan bagi orang lain melabeli stigma terhadap single mom," jelasnya.

Di era serba digital saat ini, memperbarui atau update status juga bisa menjadi cara merespons komentar negatif dengan bijak. Mengingat komentar atau stigma itu kerap muncul karena asumsi dan tidak memberi kesempatan single mom menjelaskan faktanya, foto atau video di media sosial bisa menjadi wadah merespons.

"Update status dengan menunjukkan pekerjaan, ada positifnya. Kadang-kadang single mom tidak ada kesempatan menjelaskan dan orang-orang itu bebas berkata, jadi update status salah satu cara efektif menjawab tanpa emosi," imbuh Anisa.

"Bukan untuk julid atau membalas sindiran mereka, melainkan menunjukkan fakta. Misalnya single mom seorang jurnalis mendapat komentar negatif soal pulang larut malam. Padahal itu tuntutan pekerjaan. Sesekali bagikan unggahan foto atau video sedang menunggu atau bersiap untuk wawancara figur publik, menghadiri acara. Ini seperti reportase singkat tanpa harus membalas julidan mereka," tambahnya.

Jika single mom ada kesempatan untuk menjelaskan soal praduga-praduga negatif yang beredar di lingkungan sekitar, Anisa menyarankan untuk membeberkan faktanya.

Dan, diam juga salah satu jalan merespons julidan di masyarakat soal stigma single mom. "Diam juga lebih baik daripada mengomel," jelasnya. Ini merupakan salah satu cara agar setiap individu termasuk single mom fokus pada diri sendiri dan hal-hal yang dikuasai saat menghadapi hal negatif yang di luar jangkauan.

Pilihan Editor: Hari Ibu, Kisah Mela Laras menjadi Single Mom untuk Kedua Putrinya

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."