Hari Ibu, Cerita Mikawati Berjuang Menjadi Single Mom yang Tegar dan Bisa Berdiri Tegak

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Mikawati/Foto: Doc. Pribadi

Mikawati/Foto: Doc. Pribadi

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta -  Di momen Hari Ibu tahun ini Cantika membagikan kisah-kisah para ibu tunggal yang berjuang untuk diri sendiri dan anak-anak mereka. Salah satunya ialah cerita dari Mikawati yang kini menjadi single mom atau ibu tunggal bagi kedua putranya

Setiap pasangan yang menikah mestilah menginginkan rumah tangga mereka sampai akhir hayat hingga maut memisahkan. Namun, terkadang takdir menentukan berbeda, perpisahan tak bisa dihindarkan dan keinginan untuk selalu bersama pun sirna.

Mika dan mantan suami memutuskan berpisah setelah sekian lama coba mempertahankan. Sebuah kenyataan pahit nan pilu mau tidak mau mereka bertiga rasakan. "Alasan utama untuk berpisah adalah anak. Sebagai ibu saya punya kewajiban menjaga kedua anak saya. Anak kedua saya sudah menginjak remaja saat kenyataan pahit itu harus kami terima," ucap Mika kepada CANTIKA melalui pesan instan, 30 November 2023. 

Usai memilih jalan hidup masing-masing, Mika menjalankan peran ganda sebagai ibu dua anak sekaligus bekerja di sebuah perusahaan manufaktur. Sebuah peran yang menuntutnya untuk bisa membagi waktu dengan proporsional. Pesan sang ayah sangat melekat di benak Mika yang menyadari jika ia lahir dari keluarga biasa sehingga tidak mungkin mengandalkan privilese dari orang tua. 

"Bapak selalu menanamkan bahwa: kamu bisa, kalau berusaha lebih dari yang lain," ucap perempuan kelahiran 29 Desember ini. 

Waktu adalah harta sekaligus musuh utama bagi Mika, sebab ia memang benar-benar tidak bisa mengandalkan kelebihan apa pun. "Bangun lebih awal dan tidur lebih lambat dari yang lainnya, bagi saya adalah sebuah kemenangan, bukan beban. Disiplin menjadi senjata kuat untuk menggenggam waktu," kata Mika.  

Cara mengatur waktunya, lanjut Mika ialah dengan kunci disiplin, ia telah terbiasa menetapkan target waktu dalam semua aspek kegiatan. Hal itu dilakukan agar bisa mendapatkan semua peran yang harus dijalani dalam keterbatasan waktu 24 jam sehari. 

Mika juga menjadi bagian dari Komunitas Nulis Aja Dulu (NAD) yang sekaligus berperan penting dalam perjalanan hidupnya. Sebuah komunitas support system yang awalnya adalah hobi, kini sudah menjadi pekerjaan sampingan baginya. Karyanya telah menjelma dalam 90 antologi dan lima buku solo salah satunya berjudul “NOMADEN” yang diterbitkan Nulis Aja Dulu Publishing tahun 2023. 

"Bagiku NAD sudah seperti rumah kedua. Tempat yang sangat nyaman untuk belajar, berkembang dan berkarya. Selain itu aku selalu merasa mendapat pelukan hangat, bahkan di saat terberat dalam hidupku. Aku telah menemukan keluarga baruku, walau di dunia maya," ujar Mika. 

Berdamai dengan Keadaan

Mika tidak bisa lama-lama terlarut oleh keadaan, ia meyakinkan diri untuk bisa berdiri tegak dan tegar walau menutupinya dengan topeng "baik-baik saja" agar kedua anaknya tidak mengkhawatirkan kondisi dia. "Harapan saya agar mereka berdua tetap bisa tumbuh sebagai anak normal," ucap Mika. 

Bagi Mika momen sebagai single mom yang membuatnya semangat ialah saat mendapat apresiasi langsung dari kedua anaknya. "Hal yang paling mengharukan saat menerima ucapan terima kasih tulus dari anak-anak, “terima kasih sudah menjadi ibu hebat buatku.”

Mika berharap besar untuk kedua buah hatinya agar Tuhan selalu memberkahi perjalanan hidup mereka dengan segala kemudahan hingga kelak menjadi ayah yang baik untuk cucu-cucu Mika kelak. "Agar kami bisa mengubur semua luka ini. Semoga kekalahan kami saat ini akan digantikan dengan kemenangan yang luar biasa pada akhirnya nanti. Amin," pungkas Mika. 

Pilihan Editor: Beda dengan Mother's Day, Ini Sejarah Hari Ibu yang Mengingatkan Gerakan Perempuan Indonesia

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."