JYK Hadirkan Pesona Ulos Batak Berpadu Gaya Barok Italia di Panggung Spotlight Indonesia 2023

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Terinspirasi oleh filosofi Ulos Batak yang tak lekang oleh waktu, koleksi JYK dibuat dengan tujuan untuk memupuk keharmonisan dan persatuan/Foto: JYK

Terinspirasi oleh filosofi Ulos Batak yang tak lekang oleh waktu, koleksi JYK dibuat dengan tujuan untuk memupuk keharmonisan dan persatuan/Foto: JYK

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Konsisten dalam mengangkat dan mengolah wastra nusantara, desainer Jenny Yohana Kansil lewat labelnya JYK kali ini mengeksplorasi kekayaan Ulos Batak, Sumatera Utara. Ia menampilkannya dalam peragaan busana Spotlight Indonesia 2023 bertajuk “Ulos” Spring Summer 24 yang berlangsung di Great Hall, Pos Bloc Jakarta, pada Sabtu, 18 November 2023. 

Jenny mengungkapkan, setelah mengalami pandemi dan perang Ukraina-Rusia, dan saat kita terus pulih dari pengalaman traumatis tersebut, kita kini menghadapi pelanggaran hak asasi manusia, seperti peristiwa menyedihkan yang terjadi di Gaza. Ancaman gejolak ekonomi yang semakin besar menambah ketakutan kita akan masa depan yang tidak pasti dan tidak stabil. Di tengah tantangan tersebut, patut kita akui dan syukuri bahwa negara tercinta kita saat ini sudah dalam keadaan damai, dan perekonomian berangsur pulih. Namun, pemilu yang signifikan menanti kita. 

Koleksi ini berfungsi sebagai pengingat bahwa, terlepas dari perbedaan besar di antara kita, tapi kita tetap harus bekerja sama untuk menjunjung tinggi cinta, perdamaian, persatuan, dan harmoni saat kita menavigasi jalan bersama menuju kemenangan.

"Koleksi ini adalah ekspresi kerinduan kami akan stabilitas dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia, melambangkan aspirasi kami untuk menikmati kehidupan indah yang menanti kita setelah periode yang panjang dan penuh tantangan," ujar Jenny. 

Lebih jauh ia menambahkan, koleksi yang ditampilkan di Spotlight Indonesia 2023 kali ini juga merupakan perkenalan, dan jalan awal dari JYK Label MFW FW 24/25. 

Terinpirasi Filosofi Kain Ulos Batak 

Terinspirasi oleh filosofi Ulos Batak yang tak lekang oleh waktu, koleksi JYK dibuat dengan tujuan untuk memupuk keharmonisan dan persatuan/Foto: JYK

"Karena saya sekarang lebih memperhatikan budaya Batak Ibu saya yang sangat dibanggakannya. Saya menemukan filosofi Ulos yang mendalam dengan sempurna mewakili kisah koleksi ini, dan saya juga ingin mempersembahkan koleksi ini untuk ibu," ujarnya. 

Ulos adalah kain tradisional suku Batak di Sumatera Utara, Indonesia, yang melambangkan simbolisme budaya dan spiritual yang mendalam serta  ciri khas identitas dan nilai-nilai Batak. Dalam masyarakat Batak, Ulos berfungsi sebagai simbol persatuan dan keharmonisan, yang digunakan untuk menyelesaikan perselisihan dan memperkuat ikatan sosial. Ketika konflik muncul, pertukaran Ulos menandakan sikap rekonsiliasi, sarana untuk menerima, bukan hanya sekedar kain, tetapi juga cinta itu sendiri — sebuah doa memohon perlindungan dan berkah, mengharapkan perjalanan hidup yang sejahtera dan tentram.

Terinspirasi oleh filosofi Ulos yang tak lekang oleh waktu, koleksi JYK dibuat dengan tujuan untuk memupuk keharmonisan dan persatuan. Dengan mengenakan label JYK, seseorang diselimuti rasa perlindungan, keberkahan, dan kasih sayang, selaras dengan semangat Ulos.

"Pada koleksi kali ini, JYK Label akan memadukan kain Ulos tradisional Batak dengan gaya Barok Italia. Benang merah dari Ulos hingga Gaya Barok berasal dari arsitektur yang mengesankan, meskipun asal usul budayanya berbeda, baik arsitektur Batak maupun Gotik memiliki kesamaan, terutama kehadiran Gorga dan Gargoyle, yang telah menjadi ciri khas arsitektur Gotik, yang kemungkinan besar didirikan dengan tujuan untuk perlindungan," papar Jenny. 

Ini dipertegas lagi dengan koleksi Spring Summer 24 yang kali ini justru hadir dengan cenderung bernuansa lebih gelap. Karena, kata Jenny, koleksi ini juga banyak terinspirasi pada gaya Mod dan Beatnik tahun 50-an hingga 60-an, dengan garis sederhana dan bersih dengan siluet ramping yang memberikan kesan pemberdayaan dan modern pada perempuan. 

"Warna-warna yang dipilih mewakili ketidakpastian jalan menuju kejayaan, kemenangan dengan percaya diri, dan keberanian," ujarnya. 

Ia menambahkan, bahan kain yang digunakan dalam koleksi ini antara lain mikado, wool twill, dan katun. "Sebagai bagian dari DNA label JYK, kami sekali lagi bertujuan untuk mendobrak batas-batas tradisi dan memadukannya dengan gaya hidup modern. Koleksi kami ditujukan untuk fesyen hypebeast kontemporer, relevan untuk dipakai sehari-hari dengan tetap menjaga identitas Indonesia," ujarnya. 

Sejalan dengan peragaan kali ini, JYK juga menampilkan muse Sarah Pia Desideria Pandjaitan, Puteri Indonesia Sumatera Utara 2022. Sebelumnya, Sarah turut memberi perhatian khusus pada Ulos sebagai kain warisan Budaya Indonesia, yang menurutnya patut mendapat perhatian lebih dan dikenal lebih luas lagi. Ia juga kerap mengenakan serta mengenalkan ulos secara nasional maupun internasional, diantaranya pada ajang New York Fashion Week 2023, dan Chicago Travel & Adventure Show di Amerika Serikat serta beberapa kegiatan lainnya dalam upaya memperkenalkan Ulos pada dunia sebagai warisan budaya tak benda yang saat ini sedang didaftarkan UNESCO. 

“Saya harap advokasi dan upaya ini juga bisa terus dilanjutkan bersama JYK dalam roadshow Milan Fashion Week 2024 mendatang,” ujarnya. 

Untuk peragaan koleksi kali ini, JYK didukung penuh oleh Istituto di Moda Burgo Indonesia, dan juga Uma Hapsari dari label sepatu Amazara. Uma, seperti disampaikan Jenny, adalah muse dari JYK Label, di mana ia dinilai sebagai sosok perempuan yang sesuai dengan DNA label JYK, yang modis, sukses, tegar, mandiri dan independen. 

Di samping itu, JYK juga bekerjasama dengan Burgonian atau siswa Burgo Indonesia, yakni Caylie untuk koleksi gaun hitam simpel atau little black dress yang dianggap mewakili beatnik style dan streamline siluet yang dinilai pas. Kerjasama ini ditujukan karena JYK Label juga ingin memberikan pengalaman dan melibatkan Burgonian di industri fashion. 

Selain Caylie, JYK juga mengajak Burgonian Kezia sebagai asisten desainer dalam hal design development dan label management  dan Trixie yang membuat pola di look empat dengan menggunakan teknik Shingo Sato yang pernah berkunjung dan membuat workshop di Indonesia beberapa waktu lalu. 

Pilihan Editor: Di Spotlight Indonesia 2023, Farah Button Bawa Pesona Tenun Ikat Corak Pucuk Tanjung

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika


Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."