Jourdy Pranata Ungkap Pengalaman Menantang di Lokasi Syuting Susuk Kutukan Kecantikan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Jourdy Pranata/Foto: Instagram: Jourdy Pranata

Jourdy Pranata/Foto: Instagram: Jourdy Pranata

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Aktor Jourdy Pranata dan Hana Malasan yang membintangi film horor terbaru bertajuk "Susuk: Kutukan Kecantikan" menceritakan kebandelannya selama proses syuting film tersebut yang tak bisa dilepaskan dengan hal-hal berbau mistis.

Salah satunya berkaitan dengan keisengan dan kebandelan sikap Jourdy yang tak segan mencari sesuatu hal menantang di lokasi syuting.

"Saat syuting, aku kan kadang iseng, 'Ayo-ayo, ada apa dong, nih?' Jadi, di dekat lokasi syuting ada air terjun. Sejak kali pertama datang ke situ, kami langsung ketagihan ke air terjun. Tetapi pas datang kedua kali, agak lain karena kami datang saat magrib," buka Jourdy seraya tertawa saat sesi jumpa media film "Susuk: Kutukan Kecantikan" di Jakarta, Jumat.

Aktor kelahiran 2 Januari 1994 itu melanjutkan bahwa sepulang dari air terjun yang berada di dekat lokasi syuting, dirinya bersama Hana Malasan dan beberapa pemain lain merasakan dampak tak biasa yang muncul pada tubuh mereka berupa rasa pegal di bagian leher dan pundak.

"Memang ya salah sih ya momentum itu. Orang-orang sudah bilang agar jangan datang pas magrib, namun kami tetap bandel ke air terjun. Pulang dari situ, jadi banyak hal yang merepotkan, seperti ada rasa berat di bagian pundak. Sempat 'dibersihkan' oleh orang yang menjaga kami dan beliau bilang kalau ada yang 'ikut' dari air terjun," jelasnya.

Sementara itu, aktris Hana Malasan juga membagikan tak hanya cerita membandel bersama dengan Jourdy Pranata dan rekan-rekannya, namun juga pengalaman unik selama proses syuting film "Susuk: Kutukan Kecantikan".

Salah satunya adalah penuturan beberapa orang yang beranggapan bahwa ada 'sesuatu' di sekitar dirinya selama ia memerankan karakter Laras di film tersebut.

"Ada satu adegan yang lumayan berat, aku lupa siapa tetapi ada tiga orang yang menghampiri aku dan masing-masing bilang, 'Hana, jangan melamun ya... Hana, istighfar ya...' Aku langsung berpikir, 'ada apa,ya?' Aku nggak terlalu merasakan apa-apa, namun mungkin orang-orang yang peka itu menyadari ada sesuatu di sekeliling aku," kata Hana dengan mimik serius.

Apa yang Hana tuturkan turut diamini oleh sutradara Ginanti Rona yang mencermati perubahan sosok sang aktris selama proses penggarapan film.

"Saat syuting, Hana berbeda sekali dengan karakter yang biasa aku kenal cengengesan. Aku sering memastikan, 'Hana, kamu oke kan ya?'. Banyak momentum saat syuting yang membuat aku merinding karena melihat ekspresi Hana berbeda sekali. Ya kami juga bawa 'orang' untuk jaga-jaga," senyum Gina.

Lebih lanjut Hana berkata bahwa salah satu tantangan yang ia rasakan selama proses syuting yang berlangsung selama bulan Ramadan tersebut adalah memusatkan energi agar tidak mudah terdistraksi oleh apa pun.

"Kami ada beberapa lokasi syuting. Justru kalau di lokasi ada sedikit energi yang 'berbeda', hal itu malah jadi energi lebih untuk memerankan karakter yang aku bawa. Cuma memang orang-orang yang ada di sekitar aku jadi mesti siap-siap saja sih, butuh energi besar juga untuk 'jaga' kami. Tapi semuanya menyenangkan. Jadi, kalau pun capek tapi di sekitar aku semua masih semangat," selorohnya.

Film "Susuk: Kutukan Kecantikan" diproduseri oleh Ridla An-Nuur S. dan Novi Hanabi, serta Husein M. Atmodjo sebagai penulis skenario dan dijadwalkan tayang pada 31 Agustus di seluruh bioskop Tanah Air. Selain Hana Malasan dan Jourdy Pranata, film ini juga menampilkan sejumlah nama di antaranya Ersya Aurelia, Muhammad Khan, Elang El Gibran, Izabel Jahja, Whani Dharmawan, dan M.N Qomaruddin.

Pilihan Editor: Fakta Menarik Film Susuk Kutukan Kecantikan yang Dibintangi Hana Malasan

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."