Tips Belanja Bahan Makanan di Swalayan Saat New Normal

Staf bernama Li Yueguo (kiri) dan Fan Jinghai memeriksa bahan makanan sesuai pesanan pelanggan di sebuah pasar swalayan di Shulan, Provinsi Jilin, China timur laut, pada 20 Mei 2020. Shulan, kota setingkat wilayah di Provinsi Jilin, China timur laut, pada Senin (18/5) memberlakukan manajemen pembatasan total di lingkungan permukiman setempat yang melaporkan kasus terkonfirmasi atau dugaan COVID-19. Manajemen pembatasan total tersebut pada dasarnya tidak mengizinkan orang-orang untuk masuk dan keluar tanpa izin, sehingga toko-toko dan pasar swalayan bertanggung jawab untuk mengirimkan kebutuhan sehari-hari. (Xinhua/Zhang Nan)

ragam

Tips Belanja Bahan Makanan di Swalayan Saat New Normal

Jumat, 29 Mei 2020 16:01 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, Jakarta - Belanja bahan makanan adalah kegiatan yang biasa kita lakukan. Namun di masa new normal pandemi Covid-19, di mana masyarakat tetap beraktivitas secara terbatas dengan memperhatikan protokol kesehatan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berbelanja bahan makanan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM memberikan panduan belanja pangan dengan aman di ritel modern atau pasar swalayan dalam pedoman 'Serba Covid: Cegah Covid-19 Sehat untuk Semua'. Berikut ini rinciannya:

  1. Buat daftar belanja

    Daftar belanja menjadi penting agar orang langsung menuju apa saja kebutuhan yang akan dibeli. Dengan begitu tak membuang waktu untuk melihat-lihat dan berlama-lama di pasar swalayan. Segala sesuatu yang perlu dibeli juga terpenuhi tanpa ada yang terlewat.

    Satu hal yang perlu diperhatikan adalah mempertimbangkan kapasitas penyimpanan di rumah dan beli sesuatu secukupnya saja.

  2. Perhatikan urutan belanja

    Ketika masuk ke pasar swalayan, masuklah lebih dulu ke lorong makanan kemasan dan bahan pangan kering, seperti beras, mi, dan tepung. Jenis makanan ini relatif aman jika berada lama di keranjang atau troli belanjaan.

    Setelah itu barulah masuk ke area roti yang meliputi kue, donat, dan sejenisnya. Disusul produk susu dan olahannya, misalkan susu, keju, dan yogurt.

    Kemudian masuk ke bahan pangan segar, meliputi buah, telur, sayuran, ikan. Lalu bahan pangan dingin dan beku seperti daging beku, ikan beku, dan es krim. Terakhir, pangan siap saji, seperti sate, nasi goreng, ayam goreng, dan lain-lain.

    Urut-urutan belanja ini penting diperhatikan agar bahan makanan, khususnya bahan pangan segar, tetap terjaga kondisinya hingga sampai di rumah.

  3. Bahan pangan beku harus tetap beku

    Simpan bahan pangan beku ke dalam coolbox atau cooler bag. Bisa juga meminta sekantung es batu untuk mempertahankan kondisi bahan pangan beku hingga sampai di rumah. Pisahkan kemasan bahan makanan mentah dengan makanan siap saji.

  4. Pilih bahan makanan yang aman

    BPOM menyarankan memilih pangan segar yang dilihat dari tekstur bersih, mulus, dan segar. Aroma tidak berbau busuk dan warna cerah. Sementara untuk makanan siap saji, hindari membeli makanan yang berwarna mencolok, pastikan higienitasnya dengan tetap tertutup atau dibungkus dengan bersih dan aman. Perhatikan juga lokasi jualan dan penjual untuk menjaga kebersihan dan keamanan makanan.

EKA WAHYU PRAMITA