4 Langkah Pencegahan Virus Corona pada Anak

Ilustrasi anak makan buah dan sayur. Shutterstock

kesehatan

4 Langkah Pencegahan Virus Corona pada Anak

Senin, 2 Maret 2020 16:50 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengkonfirmasi bahwa sudah ada dua kasus warga negara Indonesia positif virus corona atau COVID-19 di Indonesia pada Senin, 2 Maret 2020. Ibu dan anak tersebut sudah dirawat di rumah sakit dengan pengamanan intensif.

Melihat kondisi tersebut, kita perlu persiapan lebih untuk melindungi si kecil. Sebab anak-anak belum memiliki daya tahan tubuh yang sempurna sehingga rentan terpapar COVID-19.

Berikut beberapa tips yang dibagikan oleh dokter spesialis anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Bambang Supriyanto untuk meningkatkan imunitas tubuh khusus anak.

Pertama, Bambang mengimbau agar orang tua memperhatikan asupan gizi anak meliputi buah, sayur, karbohidrat, protein, lemak, dan susu. “Makanan yang bergizi bisa meningkatkan prajurit tubuh untuk melawan penyakit,” katanya dalam acara Media Briefing di Jakarta pada Rabu, 19 Februari 2020.

Bambang juga menyarankan anak-anak tidur di waktu yang tepat. Dalam artian, anak jangan diperbolehkan begadang atau terjaga hingga larut malam. Sebab menurutnya, istirahat yang cukup bisa membantu proses detoksifikasi alami pada tubuh si kecil. “Anak harus tidur delapan jam sehari agar racun-racun di dalam tubuh dimatikan,” tutur Bambang.

Melakukan imunisasi lengkap sejak kecil juga penting. Imunisasi lengkap tersebut termasuk BCG, polio, HIV, campak, hepatitis, DPT, HIB, dan influenza. Tentunya ini bisa melindungi diri dari penyakit. “Memang tidak bisa dijaga 100 persen. Tapi kalaupun kena, dampaknya tidak akan separah orang yang tidak imunisasi lengkap,” tukas ia.

Terakhir, menghindari kunjungan ke negara yang sedang terinfeksi corona juga wajib dilakukan. Terutama di Cina yang memiliki angka penderita corona terbanyak di dunia, Bambang mengimbau agar jangan melakukan kunjungan ke sana dulu. “Sepenting apa harus ke luar negeri? Kalau tidak perlu, sebaiknya tidak usah dulu,” pungkas ia.

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA