Hari Valentine, Simak 5 Tahap Mengakhiri Cinta yang Luka

Ilustrasi putus cinta. Shutterstock.com

cinta

Hari Valentine, Simak 5 Tahap Mengakhiri Cinta yang Luka

Jumat, 14 Februari 2020 11:11 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, Jakarta - Hari Valentine bukan hanya merayakan kebersamaan dengan pasangan, namun juga mengevaluasi hubungan yang terjalin selama ini. Pasti kamu merasa apakah kamu atau dia yang punya andil lebih banyak dalam menguatkan ikatan cinta.

Jika salah satu peran pasangan jauh dari kata signifikan, maka bisa jadi kamu terjebak dalam hubungan yang tak sehat alias toxic relationship. Mau sampai kapan bertahan dalam ikatan cinta seperti ini?

Hari ini adalah saatnya kamu memutuskan hendak lanjut atau berhenti. Jika kamu merasa tidak bisa lagi bertahan, mantapkan hati untuk lepas dari jerat toxic relationship yang jelas merugikan.

Ingat, kamu tidak sendiri. Gerakan Perempuan Tagar Tegar bisa menjadi salah satu tempat konsultasi dan pertolongan pertama buat luka yang tak tampak. Dengan slogan Time to Say Badbye, Perempuan Tagar Tegar membantu perempuan untuk melakukan proses lepas secara bertahap dari jerat toxic relationship.

Berikut ini tahapan dari Perempuan Tagar Tegar dalam mendampingi para perempuan yang ingin bebas dari toxic relationship:

  1. Tahap 1 dan 2 Sadar dan Curhat

    Ada pertemuan pertama dan kedua selama sekitar 30 sampai 60 menit. Konselor mendengarkan keluhan klien, memberikan dukungan, dan mengucapkan terima kasih. Pada tahap ini, umumnya klien akan menyalahkan diri dan mengungkapkan apa yang kurang darinya.

  2. Tahap 3 Proses

    Ini adalah tahap paling krusial yang berlangsung sekitar 30 sampai 120 menit pada setiap pertemuannya. Pada periode ini, konselor menggali masalah sampai akarnya. Dengan begitu, konselor tahu bagaimana cara menuntun klien untuk keluar dari persoalan cintanya. Di dalam tahap ketiga terdapat langkah-langkah, seperti self reflection, writing therapy, advice, potongan puzzle, dan feedback dari klien.

  3. Tahap 4 Tegar

    Saat klien sudah mencapai titik keseimbangan jiwanya, maka dia mulai memasuki tahap tegar. Ciri-ciri seseorang dalam posisi seimbang secara mental adalah tidak menyalahkan pasangan, memaafkan masa lalu, dan fokus ke masa sekarang dan masa depan, fokus pada pembenahan diri (fokus membicarakan diri sendiri), keluar dari sebuah hubungan bukan merendahkan tapi menguatkan sebagai entitas seutuhnya. Klien sudah tegar mendengarkan, membenarkan kejadian tersebut, dan menyambut dengan kepala dingin.

  4. Tahap 5 Tinggal

    Pada akhirnya klien masuk ke tahap memutuskan pasangan dengan mantap tanpa ada penyesalan. Konselor tetap mendampingi dan menyemangati saat klien memulai lembaran baru.

EKA WAHYU PRAMITA