Makna Dekorasi Warna Emas, Merah, dan Bunga saat Imlek

Pekerja memasang lampion di Vihara Avalokitesvara, Kasemen, Serang, Banten, Senin 20 Januari 2020. Menyongsong perayaan Imlek tanggal 25 Januari mendatang, vihara tertua di Banten yang masuk cagar budaya itu terus berbenah diri. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

ragam

Makna Dekorasi Warna Emas, Merah, dan Bunga saat Imlek

Rabu, 22 Januari 2020 09:20 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Perayaan Tahun Baru Imlek tinggal menghitung hari pada 25 Januari 2020. Perayaan masyarakat Tionghoa ini identik dengan amplop merah, lampion hingga kuliner khasnya seperti kue keranjang. Berbagai dekorasi sarat makna juga digunakan selama perayaan untuk doa dan harapan baik sepanjang tahun.

Menurut Senior Consultant dari Feng Shui Consulting Indonesia Angelina Fang dekorasi Tahun Baru Imlek yang indah memiliki makna tertentu, antara lain tentang keberuntungan, kesehatan, uang, dan kehidupan harmonis.

Pada dasarnya energi baik di dalam rumah tidak hanya pada saat menyambut tahun baru Imlek, tetapi juga berkesinambungan dan jangka panjang bagi kita dan keluarga. 

"Jadi posisi penataan dekorasi rumah disesuaikan dengan arah rumah dan elemen si empunya rumah. Jika elemen api maka, Anda bisa memilih warna merah," ucap Angelina saat ditemui Tempo.co di kediamannya Pantai Indah Kapuk Jakarta, Senin 20 Januari 2020.

Angelina memberikan sejumlah tips dalam menerapkan dekorasi Imlek mulai warna sampai jenis benda berikut ini.

1. Warna merah

Biasanya kecenderungan memilih warna berkaitan dengan budaya Tionghoa. Banyak orang yang suka dengan warna merah sebab melambangkan energi, vitalitas, kebahagiaan dan juga keberuntungan.

Warna merah bisa dipakai dalam dekorasi rumah, meja makan, busana dan amplop. "Warna merah berkaitan dengan kebahagiaan seperti kelahiran, pernikahan, ulang tahun, demikian juga dengan angpao warna merah," ucap istri Yulius Fang ini.

Dalam suasana duka, lanjut Angelina, ia menghindari warna merah diganti jadi putih. Kecuali almarhum sudah punya cucu dan cicit boleh mengenakan warna merah karena dianggap sudah bahagia sudah tercapai memiliki keluarga besar, sebab punya keturunan adalah keberuntungan.

Angelina Fang, Senior Consultant Feng Shui dari Feng Shui Consulting Indonesia, saat ditemui di kediamannya di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Senin 20 Januari 2020.TEMPO/ Eka Wahyu Pramita

2. Warna emas

Selain warna merah, warna emas atau gold juga menjadi pilihan dekorasi rumah. Tampak di ruangan lantai dua rumah Angelina juga didominasi warna merah, mulai dari sofa bed, hiasan dinding, dan furnitur.

"Gold perlambang dengan uang, emas, kemakmuran, kekayaan dan keberuntungan. Namun selain merah dan emas, Anda juga bisa pakai warna-warni, asalkan indah dilihat," sambung ia.

3. Dekorasi bermakna optimis

Selain pilihan warna, Anda bisa memasang dekorasi yang menggambarkan rasa optimisme, misalnya foto keluarga. "Kebanyakan foto keluarga kan semuanya tersenyum, hal itu akan menularkan ke kita saat tiap hari melihat foto keluarga bahagia," ucap Angelina.

Bagaimana dengan bunga? Biasanya perayaan identik dengan peletakan bunga di pojok ruangan atau meja tertentu. "Nah kalau pakai bunga, pakailah bunga yang mekar, bukan layu atau busuk, bunga segar yang mekar perlambang harapan dan optimis.

4. Elemen benda

Tak sedikit warga Tionghoa yang menyimpan atau memajang elemen benda yang dapat memberikan energi baik. Misalnya patung Dewa Pemurah, Dewa Kemakmuran sedang bawa koin, Naga, dan kodok. 

Namun, semua benda itu tidak lantas mendatangkan hoki. Menurut Angelina semua usaha kembali ke diri sendiri, dan elemen benda bisa memberikan sugesti positif untuk lebih semangat mencari uang atau bekerja. 

Terlepas dari makna masing- masing benda dan warna keberuntungan di atas, Angelina memberi catatan, jika dalam dekorasi rumah terpenting adalah indah dilihat, sirkulasi udara lancar yang menggambarkan kebersihan dan keindahan.

"Rumah bersih rapi dulu agar indah dilihat, ruangan clean dan light tidak terlalu banyak barang yang membuat energi positif terhambat. Jadikan dekorasi rumah menjelang Imlek bisa bertumbuh dan berkembang, kemakmuran, keberuntungan. Jadi tidak ada larangan barang tertentu yang menggambarkan ketidakharmonisan," tandas Angelina.

EKA WAHYU PRAMITA