Putri Catharina-Amalia, Calon Ratu Belanda yang Hidup Sederhana

Putri Catharina-Amalia (kiri) dan Putri Alexia, bermain lempar bola di pantai dengan orang tua mereka, Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda di Wassenaar, Belanda, 11 Juli 2015. REUTERS/Michael Kooren

ragam

Putri Catharina-Amalia, Calon Ratu Belanda yang Hidup Sederhana

Selasa, 3 Desember 2019 13:41 WIB
Reporter : Eka Wahyu Pramita Editor : Mila Novita

CANTIKA.COM, Jakarta - Seorang putri raja umumnya memiliki privelese istimewa, tapi tidak halnya dengan Putri Catharina-Amalia, putri dari Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda. Calon penerus takhta Kerajaan Belanda itu memilih hidup sederhana seperti rakyat biasa. 

Salah satu gaya hidup sederhana paling mencolok dari Putri Amalia ialah pada perayaan ulang tahunnya yang ke-16 pada 7 desember mendatang. Berbeda dengan remaja umumnya yang senang berpesta, ia memilih  tidak merayakannya. 

Dilansir dari laman Dailymail, Selasa, 3 Desember 2019, Ratu Maxima dari Belanda mengungkapkan bahwa putrinya Amalia tidak akan melakukan 'perayaan besar' untuk menandai manisnya usia ke-enam belas karena ia 'masih memiliki banyak pekerjaan sekolah yang harus dikerjakan.

Putri Amalia yang dikenal sebagai Putri Oranye ini dikabarkan hanya akan menggelar perayaan kecil untuk merayakan ulang tahunnya. "Tidak akan ada perayaan besar," kata Ratu Maxima kepada RTL Boulevard, menurut The Express . 

"Dia masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk sekolah, akhir tahun akan datang, dan ditambah lagi kegitan menjelang Natal," lanjutnya.

Ratu Maxima sangat memuji sang putri, baginya Amalia adalah putri yang luar biasa, seorang teman yang luar biasa, ia pun sangat bangga padanya. Maxima mengungkapkan bahwa putri sulungnya akan merayakan ulang tahun itu bersama keluarga dan teman-temannya.

Selain tak ada perayaan ultah yang mewah, para putri kerajaan Belanda juga menjalani kehidupan dan masa sekolah dengan sederhana. Catharina-Amalia bersama Alexia kerao berangkat sekolah dengan naik sepeda dari rumah mereka di Wassenaar ke Den Hag dengan jarak sekitar 11 km tanpa pengawalan dan pengawasan ketat.

Tradisi naik sepeda dimulai oleh Ratu Wilhelmina. Sebelum didaulat menjadi ratu pada 1890, Wilhelmina saat sekolah selalu naik sepeda meski sempat ditentang pihak kerajaan Belanda.